Ketua Kadin Batam "Jadi": Sidak Komisi I DPRD Ganggu Investasi Kota Batam

Detiknewsocean.com, Batam (Kepri) ~ Menelusuri teka-teki terkait hasil dan kelanjutan sidak yang dilakukan Komisi I DPRD Kota Batam ke gudang keramik di daerah Sei Panas dan juga sidak yang di daerah Tanjung Uncang terkait barang tanpa label SNI beberapa waktu yang lalu, mengundang kontropeksi dan banyak pertanyaan. Bahkan menjadi sorotan publik di kota Batam.

Tanggapan dari Ketua DPRD batam, Nuryanto terkait sidak yang dilakukan komisi 1 DPRD batam mengatakan sidak yang dilakukan komisi I adalah sah dan legal sesuai dengan fungsi Dewan, control, pengawasan dalam penegakan peraturan sesuai aturan yang berlaku.

Ketua Kadin Batam "Jadi": Sidak Komisi I DPRD Ganggu Investasi Kota Batam
Ketua Kamar Dagang Indonesia Kota Batam "Jadi Rajagukguk"/Wartakepri.
“Sidak itu bagian dari tugas dewan, aturan dan mekanisme di atur dalam tatib, jadi sidak yang dilakukan komisi 1 sah dan legal, karena salah satu fungsi dewan adalah fungsi control dan pengawasan dalam pelaksanaan tegaknya peraturan, termasuk kebijakan kebijakan pemerintah yang tidak sesuai aturan,”katanya Jumat (09/02/2018)

Dia juga menambahkan terkait dengan tertutupnya informasi dari komisi 1 akan hasil dan tindakan sidak bahkan sudah gagal RDP beberapa hari lalu, mengatakan bahwa sikap transparan dan keterbukaan tugas wajib dilaksanakan dan setiap komisi harusnya setelah selesai sidak sudah membuat laporan lesan atau terlulis untuk pertanggungjawaban.

” transparan dan keterbukaaan dalam menjalankan tugas wajib di laksanakan, maka setiap komisi setelah sidak pasti akan laporan lesan /tertulis sebagai bentuk pertanggungjawaban” tambahnya.

Lik Khay anggota komisi 1 menolak untuk berkomentar terkait sidak tersebut dikarenakan dirinya tidak ikut dalam sidak tersebut dan mengarahkan awak media ini untuk menghubungi ketuanya.

” maaf mas saya tidak ikut sidak kmarin, silahkan langsung ke ketua aja” katanya.

Jawaban yang sama juga datang dari Jurado siburian, yang juga anggota komisi I mengatakan ” saya ngak ikut sidak langsung ke ketua aja”balasnya melalui aplikasi WAnya.

Dilangsir dari pemberitaan otoritasnews.com pada hari Jumat, 09/02/2018. Jadi Rajagukguk mengatakan, Kamar dagang dan industri indonesia (Kadin) kota Batam yang hadir sebagai naungan bagi pelaku usaha khususnya di kota Batam, meminta agar pemerintah daerah dan semua stakeholders dalam menjalankan tugas dan fungsinya harus tetap menjaga kondusifitas dunia usaha.” Ucapnya

“Sikap dan cara – cara perlakuan sidak yang dilakukan oleh DPRD Kota Batam masih mengandung permasalahan, yang oleh pengusaha menjadi mengganggu aktifitas kegiatan investasi, maka sidak seperti itu perlu terlebih dahulu berkonsultasi dengan Kadin Batam, agar dapat tujuan mungkin saja baik dapat terjaga, sehingga DPRD Batam tidak di tuding cari masalah politik.”kata JR lagi mengkritik sidak komisi I DPRD Batam.

Jadi menmbahkan, “Di sisi lain Kamar dagang dan industri indonesia (KADIN) kota Batam juga mendorong agar pengusaha mengikuti semua peraturan dan ketentuan yang berlaku, jika ada pengusaha yang nakal, Kadin Batam juga siap akan merekomendasikan agar ijin usahanya di cabut.

Jadi Rajagukguk memastikan, bahwa Berdasarkan informasi dan laporan yang disampaikan ke kamar dagang dan industri indonesia (KADIN) kota Batam, kita akan segera mengundang pengusaha tersebut untuk mendapatkan keterangan yang sebenarnya.” ucapnya

Awak media ini pun menghubungi
ketua KADIN Jadi Rajagukguk melalui WA untuk memastikan pernyataannya dan sekaligus meminta tanggapannya terkait tertutupnya sidak tersebut mengatakan, bahwa sudah dijelaskan oleh ketua DPRD dan enggan memberi tanggapannya.

“Kan sudah dijelaskan sama ketua DPRD Batam” balasnya. (P.sib).

Subscribe to receive free email updates: