Dugaan Bentrok 2 OKP, Hendrick Aritonang: Kita Serahkan Sepenuhnya Kepada Kepolisian

Detiknewsocean.com, Batam (Kepri) ~ Terkait dengan adanya kericuhan antara dua kelompok OKP Ikatan Pemuda Karya (IPK) Batam dengan Persatuan Pemuda Tempatan (Perpat) yang menyebabkan saling lapor, dibantah Ketua DPD IPK Batam Hendrick Aritonang, Selasa (06/03/2018).

Saat dikonfirmasi, Hendrick mengatakan "Bahwa sanya kasus ini adalah merupakan pengeroyokan yang dilakukan antar pribadi, bukan mengatasnamakan kelompok. Sebab itu mereka melapor secara pribadi juga", ujarnya.

Hendrick Aritonang: Perselisihan Itu Kita Serahkan Sepenuhnya Kepada Kepolisian
Ketua IPK DPD Batam Hendrick Aritonang bersama pengurus lainnya/(Foto: facebook).

"Memang benar salah satu pihak adalah merupakan anggota kader kita, tetapi hal itu bukan mengatasnamakan organisasi IPK", tegasnya.

"Dalam hal ini juga saya menghimbau kepada seluruh kader IPK, agar bersikap tenang, jangan menambah-nambah isu yang bisa membuat Batam tidak aman dan jangan pernah terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Sebab kasus ini sekarang sedang dalam penanganan Polresta Barelang", ucap Hendrick.

"Disini juga kita mintakan kepada pihak kepolisian lebih khusus Kapolresta Barelang, yang penting dua belah pihak proses secara hukum, jangan berat sebelah. Sebab dengan adanya penjelasan Bapak Kapolresta Barelang adalah benar," tegasnya.

Baca :


Sebelumnya, saat dilansir dari Batamtoday dugaan adanya kericuhan antara dua kelompok OKP Perpat dan IPK sehingga saling lapor, langsung dibantah Kapolresta Barelang, Kombes Hengki.

Kasus ini merupakan dugaan pengeryokan yang dilakukan antara pribadi, bukan mengatasnamakan kelompok. Dan yang saling lapor adalah secara pribadi.

"Memang mereka berasal dari dua OKP, tapi bukan mengatasnamakan OKP. Kasus yang kita tangani adalah tindak kriminal perorangan. Jadi jangan salah kaprah," ungkap Hengki, Jumat (2/3/2018).

"Proses hukum sedang berjalan. Siapa yang melanggar hukum akan ditindak," tegasnya.

"Jangan menambah-nambah isu yang bisa membuat Batam tidak aman. Ini hanya akan menjatuhkan perekonomian Batam. Mari kita sama-sama menjaga hal itu agar kondusifitas Batam terus terjaga," pungkas Hengki. (***)

Subscribe to receive free email updates: