"IPK" OKP Nasional Tidak Mudah Diadudomba dan Intervensi Pihak Manapun

Detiknewsocean.com, Batam (Kepri) ~ Terkait dengan adanya kericuhan antara dua kelompok OKP Ikatan Pemuda Karya (IPK) Batam dengan Persatuan Pemuda Tempatan (Perpat) yang menyebabkan saling lapor, dibantah Ketua DPD IPK Batam Hendrick Aritonang, Selasa (06/03/2018).

Hendrick mengatakan "IPK adalah Organisasi Kepemudaan (OKP) Nasional tidak gampang untuk diadudomba dan tidak bisa di intervensi pihak manapun baik itu LSM, OKP maupun organisasi lainnya. Karena kita siap dalam hal apa pun", terangnya, Sabtu (09/03/2018).

"IPK" OKP Nasional Tidak Mudah Diadudomba dan Intervensi Pihak Manapun
Ketua IPK DPD Batam Hendrick Aritonang bersama pengurus lainnya/(Foto: facebook).
"Sesuai dengan Visi Misi IPK yaitu mendorong partisipasi Pemuda, Pelajar, Mahasiswa untuk berkarya nyata, membuka kesempatan berkarya, bela negara, menjunjung tinggi demokratisasi serta menjalin persatuan dan kesatuan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa".

"Meningkatkan kecerdasan rakyat dan memelihara budi pekerti kemanusiaan yang luhur sehingga memiliki kedewasaan berfikir dan bertindak serta keseimbangan dalam kehidupan lahiriah dan bathiniah sehingga menjadi Pemuda, Pelajar, Mahasiswa yang terampil, IPK siap untuk dalam menghadapi persoalan apapun", terangnya lagi.

Bahwa sanya kasus itu adalah merupakan pengeroyokan yang dilakukan antar pribadi, bukan mengatasnamakan kelompok organisasi. Sebab itu mereka melapor secara pribadi juga", ujarnya.

"Memang benar salah satu pihak adalah merupakan anggota kader kita, tetapi hal itu bukan mengatasnamakan organisasi IPK", tegasnya.

Baca :
"Dalam hal ini juga saya selaku Ketua DPD II Batam menghimbau kepada seluruh kader IPK, agar bersikap tenang, jangan menambah-nambah isu yang bisa membuat Batam tidak aman dan jangan pernah terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Sebab kasus ini sekarang sedang dalam penanganan Polresta Barelang", ucap Hendrick.

"Disini juga kita mintakan kepada pihak kepolisian lebih khusus Kapolresta Barelang, yang penting dua belah pihak proses secara hukum, jangan berat sebelah. Sebab dengan adanya penjelasan Bapak Kapolresta Barelang adalah benar," tegasnya. (***)

Subscribe to receive free email updates: