Kelompok Massa Md Cs Bakar Lokasi Gelper Kampung Aceh Batam

Detiknewsocean.com, Batam (Kepri) ~ Dua kelompok massa yang bentrok hingga terjadi pembakaran lokasi Gelanggang Permainan (Gelper) di Kampung Aceh, Mukakuning, Batam, Kepulauan Riau, diduga akibat berebut lahan gelanggang permainan dan adanya ke irihatian salah satu pihak atas lokasi tersebut.

Salah satu massa yang dipimpin MD Cs dan massa meminta lokasi gelper tersebut ditutup, namun pemilik lokasi gelper kejadian tersebut yang selaku pemilik Rahman melakukan perlawanan dan tak terima atas perlakuan MD Cs.

Kelompok Massa Md Cs Bakar Lokasi Gelper Kampung Aceh Batam
Lokasi gelper di Kampung Aceh yang dibakar sekelompok massa (Foto: Batamnews)
"Kelompok Midi Cs melakukan penutupajn paksa Gelper milik Rahman dengan berujung pembakaran lokasi, Minggu malam sekitar Pukul 21.00 Wib (02/04/2018) . Diduga ini semua karena kecemburuan pihak Midi selaku punya lokasi Gelper/Jacpot juga", ujar Ed selaku humas ataupun pekerja yang berada dilokasi kejadian tersebut.

Lokasi gelper di Kampung Aceh 
yang dibakar sekelompok massa 
(Detiknewsocean.com)
Ed lanjut menjelaskan bahwa "dalam hal ini Gelper kedua belah pihak sebenarnya tetap sama-sama buka satu harian penuh, tidak ada pengecualian terhadap pihak MD".

"Saya melihat kedatangan Md group membawa anggota-anggota massa maupun kuri-kuri Kampung Aceh, kelokasi Gelper milik Rahman dan melakukan penyerangan, sehingga terjadilah keributan dilokasi tersebut hingga pembakaran yang dilakukan oleh kelompok Midi, Kucing dan Panjang", ujar Ed.

Baca :

"Jadi, dasar semua itu terjadi oleh faktor iri hati, karna lokasi tersebut milik Rahman ramai pemainnya, sedangkan lokasi milik MD sepi pengunjung ataupun pemainnya. Dalam hal ini juga pihak MD melakukan pemaksaan meminta pajak lokasi sebesar 10% dari penghasilan milik Rahmat", lanjut Ed mengatakan.

"Otomatis Rahman tidak terima, sebab sama-sama memiliki lokasi dan tidak ada perbedaan waktu beroperasi. Tarmiji merasa Kampung Aceh adalah Kampungnya sendiri, sehingga sesuka hatinya ditempat tersebut, ujar Ed. (ESt)

Subscribe to receive free email updates: