Kemenristekdikti: 32 PTS Dilarang Terima Mahasiswa Baru, 7 Tutup di Sumut

Detiknewsocean.com, Medan (Sumut) ~ Tahun akademik baru 2018/2019 segera tiba. Namun, lulusan sekolah menengah atas atau sederajat yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi swasta (PTS) perlu jeli dalam menentukan pilihan. Pasalnya, tidak sedikit PTS yang bermasalah.

Data Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menyebutkan terdapat 32 PTS saat ini berstatus dalam pembinaan karena mengalami masalah beragam. Mulai sistem pendidikan, konflik yayasan, hingga kekurangan dosen dan mahasiswa.

Kemenristekdikti: 32 PTS Dilarang Terima Mahasiswa Baru, 7 Tutup di Sumut
Gedung Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti)/Foto Detikcom
"Sanksi yang diberikan harus tegas, tetapi dalam semangat membina," kata pengamat pendidikan tinggi dari Universitas Widya Mataram Edy Suandi Hamid, seperti dilansir dari Hariansib, Selasa (27/3).

Edy menjelaskan, pendampingan yang dilakukan Kemenristekdikti harus sesuai kasus. Target evaluasi pembinaan selama enam bulan bisa menjadi shock therapy memadai. Menurut Edy, upaya Kemenristekdikti dalam membina PTS bermasalah semakin membaik. Selain pembinaan, langkah pengendalian dan pengawasan juga diterapkan.

"Masyarakat dan Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta harus aktif mengawasi," katanya.

Menristekdikti Mohamad Nasir mengatakan, 32 PTS yang sedang menjalani pembinaan tak boleh menerima mahasiswa pada tahun ajaran baru.

"Yang sedang menyelesaikan permasalahan ditahan, mereka tidak boleh menerima mahasiswa baru," kata Nasir.

Direktur Pembinaan Kelembagaan Pendidikan Tinggi Kemenristekdikti Totok Prasetyo berujar, pendampingan yang diberikan kepada PTS bermasalah beragam. Bantuan disesuaikan dengan masalah yang dihadapi.

Dikatakan Totok, Kemenristekdikti, tidak menetapkan batas waktu pendampingan. Periode pendampingan tergantung masalah yang dialami PTS bersangkutan. "Pembinaan 32 PTS dimulai berbeda-beda, jadi penyelesaiannya juga berbeda," tutur Totok.

Baca :

Sementara Kopertis Wilayah I Sumut Prof Dian Armanto menjelaskan di Medan, Selasa (3/4) ada 7 PTS di Kopertis 1 Sumut yang direkom ditutup karena tidak ada mahasiswa, tidak punya dosen tetap, tidak tersedia sarana prasarana, belum ada lahan sarana prasarana, tidak ada kemajuan perbaikan dan perkembangan kampus.

Adapun PTS yang direkom ditutup, kata Dian Armanto: Politeknik T 45 Tebing Tinggi, Akbid ER Binjai, Politeknik PM, Politeknik TK, Akubank S Medan, Sekolah Tinggi KPI dan Akademi MIK Medan. (***)

Subscribe to receive free email updates: