Progres Jalan Tol dan Rel Kereta Api Layang, Gubsu Akan Lapor Presiden

Detiknewsocean.com, Medan (Sumut) ~ Progres proyek-proyek pembangunan strategis nasional yang ada di Sumatera Utara (Sumut) terus menunjukkan perkembangan yang baik. Baik pembangunan sejumlah ruas jalan tol maupun pembangunan rel kereta api layang, berjalan tanpa hambatan berarti. Kondisi ini akan dilaporkan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Erry Nuradi kepada Presiden RI Joko Widodo yang berkunjung ke Sumut pada 17 dan 18 April mendatang.

Ketua Tim Percepatan Pembangunan Proyek Strategis Nasional di Sumatera Utara (Sumut) Elisa Marbun mengatakan, pihaknya telah menggelar pertemuan dengan sejumlah pihak membahas perkembangan pembangunan infrastruktur tersebut. Namun sebelumnya, gubernur terlebih dahulu akan melakukan koordinasi dengan sejumlah lembaga vertikal/kementerian sebelum melaporkannya kepada Presiden RI Joko Widodo.

Pembangunan rel kereta api layang diterlihat dari jembatan gantung Stasiun Besar Kereta Api Medan, beberapa waktu lalu.
“Saya akan laporkan dulu ke gubernur. Rencananya akan dilakukan dulu pertemuan dengan beberapa instansi terkait seperti Jasa Marga, PLN, Kementerian Perhubungan, BPN dan lainnya. Nantinya itu jadi laporan beliau (gubernur) ke Presiden sudah seperti apa perkembangannya,” katanya, Kamis (12/4).

Sebelumnya, data terakhir yang disampaikannya, beberapa perkembangan yakni soal pembebasan lahan jalan tol, sudah mencapai 79 persen untuk seksi 1 Tanjung Mulia-Helvetia. Dengan tahapan tersebut, tim pembebasan tanah disebutkan tengah melakukan upaya penuntasan ganti rugi tanah yang ditarget tuntas bulan ini.

Dari laporan perkembangan terakhir, untuk seksi 1 Tanjung Mulia-Helvetia, panjang ruas 6,071 km dengan lahan sebanyak 274 bidang, dan total kebutuhan seluas 37,99 Ha. Sementara yang telah terealisasi sebanyak 180 bidang dengan luas 30,07 Ha. Sehingga masih ada sekitar 7,92 Ha yang akan dibebaskan.

“Kita terus koordinasi agar prosesnya bisa cepat disiapkan. Karena targetnya kan segera tersambung dari Binjai, Medan sampai ke Tebingtinggi. Karena jika ini selesai, akan dilanjut lagi, termasuk yang seksi 7 Sei Rampah-Tebingtinggi,” sebutnya.

Pembangunan jalan tol Medan-Tebing Tinggi (MKTT) di Deli Serdang, beberapa waktu lalu dan Tol Medan -Binjai.
Dari data yang disampaikan, saat ini dari total tiga seksi ruas Tol Medan-Binjai, panjangnya sekitar 25,441 km dengan 697 bidang tanah dengan kebutuhan lahan 144,82 Ha. Sedangkan progress pengadaan tanah, sebanyak 603 bidang, dengan luas 136,90 Ha. Dari keseluruhan, khusus seksi 2 dan seksi 3, sudah selesai 100 persen. Sehingga jika dihitung progresnya secara menyeluruh, telah mencapai 94,54 persen.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kepala BBPJN II Wilayah Sumut Paul Ames Siahaan mengatakan, untuk jalur tol Binjai-Medan-Tebingtinggi, pihaknya menargetkan pada April atau Mei mendatang, akan diresmikan pembukaan seksi 1 tol Medan-Sei Rampah. Dengan demikian, kendaraan tidak lagi perlu keluar pintu tol Tanjung Morawa dan masuk kembali pintu Kualanamu untuk menuju arah Tebing Tinggi atau sebaliknya.


Baca :


“Kalau untuk jalur tol hingga ke Tebing Tinggi, diperkirakan bisa selesai Oktober mendatang. Sedangkan proyek ruas tol Tanjung Mulia, bisa siap Oktober-Desember,” ujarnya saat dilansir dari Sumutpos.

Sedangkan dari laporan perencanaan pembangunan lanjutan proyek strategis Nasional, pembangunan Jalan Tol ruas Tebingtinggi-Kuala Tanjung dan Tebingtinggi-Parapat akan sepanjang kurang lebih o98,5 km telah dimulai sejak 2016 lalu untuk konsesi lahan. Sedangkan target operasional diperkirakan akan tercapai pada 2021 mendatang. Adapun total biaya yang diperkirakan sebesar Rp13,45 Triliun yang akan dilaksanakan melalui kerja sama dengan investor. (***)

Subscribe to receive free email updates: