Yakin Bawa Sumut Lebih Baik JR Saragih Dukung Djarot-Sihar "Demokrat Sesalkan"

Detiknewsocean.com, Medan (Sumut) ~ JR Saragih sudah pasti tidak ikut Pilgubsu 2018. Karenanya, dalam waktu dekat DPP Partai Demokrat segera mengumumkan arah dukungan mereka di Pilgubsu. Namun, belum lagi DPP Partai Demokrat mengumumkan arah dukungannya, Ketua DPD Partai Demokrat nonaktif JR Saragih sudah memutuskan arah dukungannya ke pasangan Djarot Syaiful Hidayat-Sihar Sitorus.

Dukungan ini disampaikan JR Saragih dalam rekaman video yang beredar via WhatsApp berdurasi 31 detik, Senin (2/4). JR Saragih mengajak seluruh lembaga pemenangan jargon Semangat Baru Sumut untuk bekerja keras memenangkan Djarot-Sihar. “Saya JR Saragih mengajak seluruh sahabat, teman dan relawan untuk mendukung dan memenangkan Djarot-Sihar Sitorus dalam Pilkada Provinsi Sumatera Utara yang akan dilaksanakan 27 Juni 2018,” ujarnya.
Ketua DPD Partai Demokrat nonaktif JR Saragih sudah memutuskan arah dukungannya ke pasangan Djarot Syaiful Hidayat-Sihar Sitorus/Okezonenews.
“Sekali lagi, mari bersama-sama kita menangkan Djarot-Sihar agar Sumatera Utara bisa lebih bagus lagi ke depan. Horas..horas…horas..,” ungkapnya.

Terpisah, Ketua JR Institute, Darmawan Saragih didampingi Sekjen Leo Sihotang, Arifin Damanik Ketua Bidang Kepemudaan dan Mitha Kirana mengatakan, alasan mendukung pasangan Djoss karena pasangan ini dinilai paling layak. “Selain itu juga, kita akan mengajak semua masyarakat Sumut agar tidak golput. Kita harapkan semua warga memberikan hak pilihnya,” kata Darmawan.
Darmawan Saragih menegaskan, dengan ini diinstruksikan kepada pimpinan cabang untuk melakukan sosialisasi dan koordinasi dengan relawan dan tim pemenangan DJOSS di setiap kabupaten kota se-Sumut.

Menyikapi pernyataan JR Saragih dalam video tersebut, Kepala Divisi Hukum dan Juru Bicara DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean yang dikonfirmasi Sumut Pos, menyesalkan sikap Bupati Simalungun dua periode itu. Menurutnya, sikap pribadi itu tidak pantas ditunjukkan JR, sebab dirinya sampai saat ini masih kader Partai Demokrat meski sedang nonaktif.

“Meski nonaktif, JR kan masih kader dan ada kemungkinan balik ke kursinya sebagai ketua DPD apabila kasusnya selesai dan menyatakan JR tidak bersalah. Jadi, sikap ini memang kami sayangkan meski itu haknya secara pribadi, tapi secara organisasi tetap salah karena JR Saragih masih tercatat sebagai kader,” tegasnya.

Ia menambahkan, apa yang disampaikan JR Saragih tentu adalah haknya untuk mengajak relawannya mendukung siapapun. Tapi perlu dipahami kata Ferdinand itu adalah sikap pribadi JR Saragih dan bukan sikap partai. “Partai sendiri belum memutuskan akan mendukung siapa pada Pilkada sumut. Masih akan dibahas dalam waktu dekat akan diputuskan sikap partai,” katanya saat dikutip dari Sumutpos.

Disebut Ferdinand, dalam satu sampai dua hari ini Sekjend PD Hinca Panjaitan akan turun ke Sumut guna berkonsolidasi dengan kepengurusan dan kader DPD Demokrat Sumut soal arah dukungan partainya di Pilgubsu. Ia juga mengaku pengurus DPD Demokrat Sumut sampai hari ini belum ada lagi menemui Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). “Belum. Tapi sekjen yang akan ke Sumut,” imbuhnya.

Sementara Plt Ketua Demokrat Sumut Herri Zulkarnain mengaku, mereka saat ini tengah sibuk melakukan survei elektabilitas partai kepada masyarakat. “Kita masih melakukan survei melalui lima lembaga survei yang layak dipercaya mulai Senin (2/4) ini. Hasilnya akan dilaporkan kepada ketum dan majelis tinggi Partai Demokrat. Jadi banyak kajian akan dilakukan untuk itu,” katanya.

Kata Herri, usai mendapatkan hasil survei tersebut pengurus DPD Demokrat Sumut baru akan menemui SBY lagi di Cikeas. “Dalam minggu ini selesai (lakukan survei). Setelah itu baru kita menghadap ketum,” katanya.

Senada dengan Ferdinand, Herri mengaku tetap menghargai keputusan pribadi JR yang mengarahkan dukungan relawannya ke Djoss. “Tetapi untuk Partai Demokrat kita masih menunggu arahan ketum dan kita tunggu aja beberapa hari ini,” katanya.

Sementara Cagubsu Djarot Syaiful Hidayat mengucapkan terima kasih kepada JR Saragih atas dua sikap kelogowoannya. Pertama, tidak banding ke MA terkait putusan PTTUN dan kedua, memberikan dukungan kepada pasangan Djoss. “Artinya beliau bersama relawannya betul-betul sepakat dengan apa yang diperjuangkan oleh Djoss, yaitu membangun Sumatera Utara. Di mana kita akan membangun suatu system sehingga semua urusan itu bisa mudah dan transparan. Kita akan bangun manusia Sumut supaya pintar, hatinya senang, perutnya kenyang dan isi dompet tak kurang,” kata Djarot kepada wartawan dalam sebuah acara, Senin (2/4).

Diakuinya, dukungan dari JR Saragih dan relawannya ini menjadi suntikan moral sehingga mereka lebih bersemangat untuk b erjuang dalam memenangkan Pilgubsu. Untuk itu, dia mengimbau relawan Djoss dan partai pengusung, PDIP dan PPP di seluruh wilayah Sumatera Utara untuk merangkul, berkomunikasi dan bersinergi dengan relawan JR Saragih sehingga benar-benar dapat merebut hati masyarakat. “Tetap, berjuanglah secara santun, secara baik, dekati masyarakat secara santun dan ramah sehingga Djoss benar-benar bisa diterima masyarakat,” pungkasnya.

Hal senada, Ketua Badan Pemenangan (BP) Pemilu DPD PDIP Sumut Mangapul Purba mengapresiasi video pernyataan JR Saragih tersebut untuk mendukung pasangan Djoss pada Pilgubsu 27 Juni 2018 mendatang.

"Kami dari BP Pemilu DPD PDIP Sumut apresiasi dengan semangat baru yang sudah digelorakan JR di Sumut. Semua program Semangat Baru kita aplikasikan ke dalam program Sumut Hebat sesuai dengan tagline Djoss," ujarnya.

Sementara, pengamat sosial politik dari UMSU Shohibul Anshor Siregar menilai, pernyataan JR Saragih mengalihkan dukungan ke pasangan Djoss sebagai bentuk tekanan. Shohibul menyebut, JR adalah seorang yang pernah mengaku sedang dizalimi hak politiknya pada Pilgubsu 2018. “Dia menangis saat dinyatakan tidak lolos pencalonan sebagai Cagubsu. Saat menangis itu dia meminta oknum untuk tidak semena-mena karena dia yakin ada Tuhan di atas segalanya,” katanya.

Baca :

Namun bila tiba-tiba JR Saragih mengeluarkan pernyataan yang akhirnya mendukung paslon tertentu, maka ada sinyal dan tanda tanya besar. “Tentu ada tanda tanya besar ketika kewibawaannya rontok oleh persoalan ijazah, tiba-tiba dia berbalik arah dan menyatakan dukungan” ujarnya.

Koordinator n’Basis itu menilai, dugaan adanya tekanan terhadap JR Saragih bukan tanpa alasan. “Tentu dugaan itu sah-sah saja. Apalagi ketika jurnalis menanyakan dan ingin mengungkap persoalan ini. Pasti dugaan itu bukan tanpa sebab. Video JR itu menjadi liar. Apalagi bila mengingat proses JR Saragih yang tekesan dizalimi dalam pencalonannya sebagai cagub,” katanya.

Shohibul pun mewanti-wanti agar demokrasi tidak ditukar dengan proses hukum yang sedang dihadapi seseorang. “Jika demokrasi ini ditransaksikan dengan proses hukum yang sedang berlangsung, maka saya gak akan diam. Ini berbahaya bagi demokrasi,” pungkasnya. (***)

Subscribe to receive free email updates: