Salah Satu Anggota Laporkan Hasil Timsel KPU Kepri, "Batam Sarat Kepentingan" ke KPU RI

Detiknewsocean.com, Batam (Kepri) ~ Menindaklanjuti hasil dari Tim Seleksi (Timsel) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota/Kabupaten Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) untuk Calon Anggota KPU Kota Batam 2018-2023 terpilih, yang mana akan hasilnya adalah sarat kepentingan dan tidak berdasarkan aturan yang berlaku.

Dalam hal ini, salah satu aturan yang dilanggar yaitu Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 7 Pasal 5 ayat 1 huruf d Tentang Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilu 2019, yang berbunyi “setiap calon KPU Kab/Kota harus mempunyai integritas, kepribadian yang kuat, jujur dan adil”. 

Anggota Laporkan Hasil Timsel KPU Kota/Kabupaten Prov Kepri, "Batam Sarat Kepentingan" ke KPU RI
Pengumuman hasil seleksi administrasi calon Anggota KPU Kota Batam 2018-2019/kpubatam.
Adapun untuk Kota Batam ada 10 nama yang lulus hasil seleksi  dari Timsel KPU kabupaten/kota Kepri, yakni:
  1. Herrigen Agusti,
  2. Jernih Millyati Siregar,
  3. Martius,
  4. Muhammad Sidik,
  5. Muliadi Evendi,
  6. Nofrizal,
  7. Sudarmadi,
  8. Syahrul Huda,
  9. William Seipattiratu,
  10. Zaki Setiawan.

Atas hasil tersebut, sikap pernyataan oleh Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Batam menilai, bahwa melihat dari 10 nama tersebut, Timsel telah meloloskan Jernih Milayati Siregar dan menyingkirkan peserta yang lain, yang mana bersangkutan memiliki catatan yang sangat buruk selama menjadi komisioner KPU Kota Batam terhitung sejak Tahun 2013", ujar Ryan Arif Adhyatma, Senin (23/4/2018) seperti yang dikutip dari SemarakNews.

Sesuai informasi yang dihimpun media ini, bahwa pada pelaksanaan Pemilu 2014, terdapat beberapa Komisioner KPU yang diberhentikan karena gagal dalam menjalankan tugas dalam tahapan perhitungan Suara.

Bahkan yang bersangkutan dinilai awal memiliki nilai yang tidak memadai dalam mengikuti setiap tahapan ujian tes calon anggota kpu Batam. Hal tersebut tentu menyebabkan KPU dipandang buruk oleh masyarakat.

Salah satu calon incumbent yang sudah gagal dan peringatan keras Sdri Jernih Millyati Siregar bersama 4 Komisoner lainya pernah Diberhentikan Sementara oleh KPU Provinsi Kepri melalui Surat Perkara Nomor : 47/KPS/KPU-Prov-031/2014 karena dianggap gagal melaksanakan Tahapan Rekapitulasi Penghitungan Suara.

Bahwa dalam hal ini merupakan suatu kejanggalan apabila ada salah seorang yang memilki kesalahan pada masa lalu, masih diloloskan untuk mengemban tugas yang sama. Sehingga dapat dikatakan dalam pemilihan anggota KPU Kepri bersifat tidak objektif.

Sehubungan dengan akan hal hasil keputusan Timsel KPU Kabupaten/Kota Provinsi Kepri tersebut, bahwa salah satu anggota Timsel (Ff) menolak dan keberatan atau tidak menerima hasil tersebut dan hal ini telah dilaporkan kepada KPU RI.

Terkait dengan penolakan (Ff), saat media ini berupaya untuk menemui (Ff) untuk dapat mengetahui bagaimana tanggapan KPU RI dan menayakan mengapa tidak dibukakan kepada publik hasil laporan (Ff) dan tanggapan oleh KPU RI, team media ini tidak berhasil dapat menemui (Ff).

Sehingga media ini mencoba untuk menghubungi nomor, (Ff) hanya memberikan jawaban “Hari ini saya full ada training”, Saya sudah sampai kan kepada KPU RI, nanti sore saja ya. Masih di ruangan training”, ucapnya, Rabu, (02/05/2018).

Saat media ini mencoba lagi menghubungi  beberapa waktu kemudian untuk menanyakan hal tersebut diatas, (Ff) hanya memberikan jawaban “Bapak seharusnya tanyakan langsung kepada KPU RI, minta tanggapan beliau”, ucapnya lagi, Rabu, (09/05/2018). (Red/DNO)

Subscribe to receive free email updates: