May Day Berlangsung Damai, 19 Serikat Buruh Teken MoU Dengan Uspida Medan

Detiknewsocean.com, Medan (Sumut) ~ Peringatan Hari Buruh sedunia atau May Day di Sumut, khususnya Medan berlangsung aman dan kondusif, karena sebagian besar serikat buruh dari berbagai sektor kerja dan usaha, menolak aksi demo seperti tahun-tahun sebelumnya.

Aksi tolak demo itu dicetuskan 19 serikat buruh dan serikat pekerja yang terhimpun dalam Gabungan Serikat Pekerja dan Serikat Buruh Indonesia (GAPBSI) Kota Medan. Mereka memilih aksi simpatik yang intelektual berupa penandatangan nota kesepahaman atau MoU dengan empat Unsur Pimpinan Daerah (Uspida) Kota Medan-Belawan yaitu Wali Kota Medan, Kapolrestabes Medan, Kapolres Pelabuhan Belawan dan Kejaksaan Negeri Belawan di Gelanggang Remaja Jalan Sutomo Medan, Selasa (1/5).

May Day Berlangsung Damai, 19 Serikat Buruh Teken MoU Dengan Uspida Medan
Mayday Kota Medan yang dihadiri hampir 1.500-an buruh dari berbagai serikat yang menyaksikan aksi penandatanganan nota kesepahaman itu dengan Wali Kota Medan Drs H T Zulmi Eldin MSi, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto SH SIK MSi, Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ichwan Lubis SH MH dan Kajari Medan Olopan Nainggolan SH MH/Hariansib
Sekjen Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Wilayah Indonesia bagian Barat, Edward Pakpahan SH dan kordinator GABPSI Usaha Tarigan secara terpisah menyebutkan, pemerintah masih memiliki banyak 'pekerjaan rumah' untuk memerbaiki nasib buruh melalui pembenahan kondisi lapangan kerja dan sistem pengupahan berdasarkan kebutuhan hidup layak (KHL). Selain itu juga membenahi kepastian hukum dalam pelaksanaan UU No 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, PP No 78 tahun 2015 tentang Pengupahan dan Formula Kenaikan UMP dan kebijakan lainnya yang mengacu pada UU No 2 tahun 2004 dan konvensi International Labour Organization (ILO)-PBB No 87 tentang Kebebasan Buruh Berunding dan Berserikat, dalam hal ini di Indonesia.

"Pelaksanaan Mayday tahun ini kita isi dengan aksi kerja sama simpatik berupa penandatanganan nota kesepahaman atau MoU dengan unsur pimpinan daerah Kota Medan dan Belawan. Sekarang tak masanya lagi demo-demo untuk merayakan hari buruh atau Mayday karena buruh dan pekerja butuh ketenangan fisik dan psikis untuk mencapai tingkat kesejahteraannya, baik berupa kepastian hukum, perlindungan buruh atau pekerja, kebutuhan hidup layak (KHL) dan sebagainya," ujar Usaha Tarigan kepada pers di Medan, Selasa (1/5).

Dia mengutarakan hal itu di sela-sela perayaan Mayday Kota Medan yang dihadiri hampir 1.500-an buruh dari berbagai serikat yang menyaksikan aksi penandatanganan nota kesepahaman itu dengan Wali Kota Medan Drs H T Zulmi Eldin MSi, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto SH SIK MSi, Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ichwan Lubis SH MH dan Kajari Medan Olopan Nainggolan SH MH.

Sedangkan pimpinan 19 serikat pekerja yang ikut menandatangani MoU tersebut adalah Usaha Tarigan Ketua DPC FSB Kikes Medan, Jahotman Sitanggang Ketua FSP KEP Medan, Gimin Ketua SP LEM KSPSI Medan, Anthony Pasaribu SE Ketua FSPTI Medan, Ahmad Rivai Ketua FSP RTMM Medan, Noviandi Ketua FSP Farkes Kota Medan, Agus Salim FSP Kahut Medan, Syaiful Amri Ketua SBMI Medan, Indra Syaiful SE Ketua PPMI Medan, April Waruwu SH Ketua SBSI Medan, Poltak Tampubolon SH Ketua FS Bupela Medan, Warisman Laia Ketua SBSI KIKEP Medan, Ferdi Sinaga Ketua SBSI TNP Medan, Ponijo Ketua SBSI Lomenik Medan, JR Adlion Sitanggang Ketua SBSI Depeko Medan, Parulian Sinaga SH Ketua KBI Medan, Amrul Sinaga Ketua SBSU Kota Medan, Rosen Sinaga Ketua SBSD Kota Medan dan Aris Rinaldi Ketua KSBSI Kamiparho Kota Medan.

Situasi aman dan kondusif hari buruh di Medan itu diakui Kapolsek Medan Timur Kompol Wilson Pasaribu dan Kapolsek Percut Seituan Kompol Faidil Zikri ketika dikonfirmasi terpisah tentang pelaksanaan Mayday di sejumlah kawasan di Medan antara lain di Lapangan Lembaga Pendidikan Pertanian Jalan Williem Iskandar, Kecamatan Percut Sei Tuan dan aksi long march buruh dari Lapangan Medeka ke Tugu SIB.

"Peringatan Mayday di Medan cukup kondusif, Acaranya berjalan aman dan lancar tanpa adanya gangguan," ujar Kapolsek Medan Timur Wilson Pasaribu, sembari menambahkan pihaknya menyiagakan 300 personil gabungan dari Poldasu dan Pemprovsu.

Ada lima poin nota kesepahaman atau MoU Uspida dan serikat buruh yang tergabung dalam GABPSI di hari Mayday 2018 di GOR Gelanggan Remaja, yaitu (1) Pemko Medan akan memberikan perlindungan hukum bagi buruh atau pekerja. (2) Pemko Medan akan menertibkan sistem kerja borongan harian lepas. (3) Pemko Medan akan mendorong dan wujudkan sistem pengupahan yang berkeadilan. (4) Polri dan Kejaksaan akan mendukung penuh penegakan dan kepastian hukum ketenagakerjaan serta (5) GABPSI mendorong terciptanya hubungan Industrial yang dinamis dan kondusif untuk iklim investasi.

Baca :


Tolak Pekerja Asing

Sementara, buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Sumut dalam aksi perayaan Mayday di Sumut, mencetuskan penolakan tenaga kerja asing (TKA) dan menuntut cabut Pepres 201 tahun 2018 tentang Tenaga Kerja Asing.

Ketua DPD FSPMI Sumut Willy Agus Utomo menyatakan, ada tiga hal pokok yang menjadi tuntutan buruh saat ini antara lain turunkan harga beras, listrik dan bahan bakar minyak (BBM), menolak upah murah dan cabut PP 78/2015, jadikan KHL 84 item, tolak rencana penghapusan pasal pesangon dalam UU No 13 tahun 2013 tentang Ketenagakerjaan dan hapuskan outsourching.

Dia mencetuskan hal itu sela-sela aksi longmarch sambil orasi dalam merayakan Hari Buruh sedunia pada 1 Mei 2018 di Bundaran SIB Jalan Gatot Subroto Medan. Dalam aksi itu, seratusan personil kepolisian melakukan penjagaan dan terpaksa mengalihkan sebagian arus lalu lintas. Dia juga menyebutkan massa FSPMI menggelar aksi orasi FSPMI Sumut di tiga lokasi secara serentak, Aksi di Medan dihadiri massa buruh dari FSPMI Medan, Delisedang, Sergai, Tebingtinggi dan Batubara. Lokasi kedua di Labura dan ke tiga di Tapanuli Selatan. (***)

Subscribe to receive free email updates: