Sidang Terdakwa Mulkansyah, Alias Wello Tolak Memaafkan

Detiknewsocean.com, Batam (Kepri) ~ Mantan Bupati Lingga, H. Alias Wello, S.IP, yang sebelumnya melaporkan Mulkansyah dalam kasus pencemaran nama baik ke Polisi, yang mana pada sidang dalam agenda pemeriksaan Saksi sebelumnya mangkir, dan Sidang Selasa (24/7/18) siang, hadir bersaksi di sidang terdakwa Mulkansyah di Pengadilan Negeri (PN) Batam.

Wello sejak 17 Februari 2016 yang sudah mengajukan pengunduran dirinya dari Jabatan Bupati Lingga ke Gubernur Kepri, saat bersaksi kepada hakim mengatakan, ia melaporkan terdakwa karena ia tidak terima diberitakan di media online dengan menduganya telah menerima aliran dana saat pencetakan lahan sawah di Lingga.

Sidang Terdakwa Mulkansyah, Alias Wello Tolak Memaafkan
Mantan Bupati Lingga, H. Alias Wello, S.IP saat memberikan katerangan sebagai saksi pada Pengadilan Negeri Batam, Selasa, (24/07/18)/Detiknewsocean.com

"Saya melaporkannya karena nama dicemari dengan berita di berita media online, menduganya telah melakukan korupsi dalam pencetakan sawah selaku saya Bupati Lingga pada pada saat itu. Jujur saya tidak pernah melakukan itu," kata Alias Wello.

Dalam persidangan tersebut Ketua Majelis Hakim Taufik, SH, kepada saksi berpesan, Bapak sebagai penyelenggara negara atau pejabat publik, saksi harus siap dan bisa menerima segala kritikan dari masyarakat.

"Harusnya kita sebagai pejabat publik itu harus siap menerima segala kritikan dari masyarakat. Atas perbuatan terdakwa ini, harusnya saudara itu dapat membuatnya jadi intropeksi diri agar kedepannya bisa lebih baik lagi. Kita sebagai pejabat publik harus bisa menetralisir magis yang terjadi di masyarakat," pesan hakim Taufik, SH saat sidang.

Ketika ditanya hakim, apakah saksi mau memaafkan terdakwa di dalam persidangan, saksi menolaknya.

"Maaf yang mulia, soal maaf memaafkan itu tidak bisa saya lakukan karena sifatnya personal. Maaf yang mulia," jawab saksi.

Saat pertanyaan itu kembali diutarakan hakim kepada terdakwa, Mulkan Syah menjawab siap untuk melakukan meminta maaf kepada saksi.

"Saya mau yang mulia," jawab terdakwa.

Setelah mendengarkan semua keterangan saksi, saksi Alias Wello lalu dipersilahkan hakim meninggalkan ruang sidang.

Namun, sebelum saksi yang sudah mencalonkan diri ke DPD Kepri itu meninggalkan ruang sidang, hakim Taufik kembali bertanya padanya untuk memastikan apakah ia mau memaafkan terdakwa.

"Maaf yang mulia, tidak saya lakukan karena itu sifatnya personal" jawabnya lagi.

Usai itu, hakim lalu menunda sidang ini hingga ke Minggu depan dengan agenda yang sama mendengarkan keterangan dari saksi yang lain.

Atas perbuatannya, terdakwa Mulkansyah dijerat pasal pidana primer Pasal 317 ayat (1) KUHP dan subsider Pasal 310 ayat (2) KUHP tentang pengaduan palsu atau pengaduan fitnah (penghinaan).

Ditempat terpisah, dengan sikap yang diambil Alias Wello mundar dari jabatan Bupati Lingga, dalam hal ini partai masih belum setuju, ia tetap komitmen mundur dari jabatan Bupati Lingga dan memilih bertarung di Pileg 2019 untuk jadi DPD RI.

Baca :

“Saya tahu sampai hari ini partai masih keberatan tetapi saya tetap maju jadi DPD RI dan saya sudah ajukan surat pengunduran diri tanggal 5 lalu kepada Gubernur Kepri,” Kata Alias Wello usai menghadiri sidang sebagi saksi korban di PN Batam".

Kata Alias Wello, Hari ini dirinya kembali akan bertemu karena dipanggil pak Gubernur, namun sampai hari ini belum mengeluarkan surat secara resmi dan majunya dirinya jadi DPD RI merupakan kehendak pribadi dengan tekad yang bulat.

“Selain dapat berbakti terhadap masyarakat Lingga juga dapat berbakti terhadap masyarakat Kepri melalui DPD RI,” jelasnya. (Rdk)

Subscribe to receive free email updates: