Kapal Berbendera Mongolia Muat 5000 Ton Solar (ISD), Diamankan Lantamal IV

Detiknewsocean.com, Batam (Kepri) ~ Tim Gabungan F1QR Lantamal IV dan Lanal Batam dengan Patkamla Pelampong Lanal Batam telah melaksanakan Jarkaplid terhadap kapal MT Eastern Glory bermuatan minyak solar di perairan jembatan II Barelang Batam, pada Selasa (4/9) sekitar pukul 15.45 WIB.

Penangkapan berawal adanya informasi Intelijen, tentang adanya kapal tanker dengan muatan minyak solar yang selesai melaksanakan STS (Ship to Ship) dari West OPL akan masuk perairan Batam, atau tepatnya pada koordinat 0° 58’ 69” U – 104° 01’ 08” T.

Kapal Berbendera Mongolia Muat 5000 Ton Solar (ISD), Diamankan Lantamal IV
Panglima Komando Armada I Laksamana Muda Yuda Margono (tengah bintang dua) melihat isi kapal tangker MV Eastern Glory bermuatan solar yang diamankan Lanal Batam saat ekspose, Sabtu (8/9/2018). (RPG)

Kepada awak media, Panglima Armada I, Laksamana Muda Yudo Margono mengatakan penangkapan berbendera asing Mongolia tersebut karena diduduga menyelundukan 5.000 ton minyak solar ilegal di perairan Barelang.

Selain kapal dan muatan, dalam kapal berbobot 4500 GT tersebut juga diamankan nakhoda kapal bernama Suheri (48) dan 19 Anak Buah Kapal (ABK) yang terdiri dari ABK asal Indonesia, Miyanmar dan Sri Langka.

"Dan ternyata dalam palka kapal ini, ada muatan sejenis solar (ISD) sekitar 5.000 ton," ujar Laksamana Muda Yudo Margono di dampingi Komandan Lanal Batam Kolonel Laut (P) Iwan Setiawan, saat ekspose penangkapan, Sabtu (8/9).

Dikatakan, ketika kapal tersebut diperiksa, ternyata memiliki izin berlayar menuju ke Malaysia. Namun, kenyataannya begitu kembali kapal ini tidak ke Malaysia, hanya sampai OPL. Dengan modus mengumpulkan atau membeli solar dari kapal asing, kapal MT Cougar Singapur.

Dari pengakuan ABK, kata Laksmana Muda Yudo, kapal Eeastern Glory membeli solar secara ilegal, dari MT Cougar berbendera Singapur, setelah itu masuk lagi ke Indonesia. "Sehingga patut diduga, mereka melakukan penyeludupan minyak, bahan bakar solar. Sehingga dengan data dan temuan yang ada mereka akan kita lakukan proses hukum yang berlaku. Karena melakukan penyeludupan minyak," ungkapnya saat dilansir dari Haluankepri.

Tidak hanya melakukan dugaan penyeludukan solar ilegal, tetapi dalam kapal tengker tersebut juga ditemukan delapan orang asing yang tidak dilengkapi dokumen resmi. "Tentunya nanti kita koordinasikan dengan instansi terkait, baik dengan imigrasi, Bea Cukai maupun dengan Migas, " terangnya.

Lebih lanjuta, Laksamana Muda Yudo, menjelaskan asal minyak ribuan ton tersebut dari OPL. Transfer ship to ship MT Cougar negara Malaysia. Namun kapal tersebut karena seludup minyak sudah melarikan diri.

Saat ditanya wartawan, apakah ada yang sudah memesan di Indonesia, Yudo Margono, mengatakan hal tersebut masih di dalami kepada para tersangka dan nakhoda. Serta Minyak ini mau dibawa ke mana sebenarnya. "Yang jelas di dalam Indonesia, di Batam ini," imbuhnya lagi.

Baca :

Disebut-sebut, pemesan minyak tersebut yakni PT JE, namun untuk memastikan hal tersebut, pihaknya akan melakukan penyelidikan mendalam. Menurutt Laksamana Muda Yudo juga, total minyak yang diseludupkan sejumlah 5000 ton dengan estimasi kerugian negara setara denga Rp40 miliar.

"Kapalnya juga kita croschek, apakah terdaftr di IMO. Karena dari beberapa kapal yang ditangkap menggunakan bendera yang tidak jelas. Sesuai aturan UU Pelayaran yang berlaku, SPP yang ada tidak sesuai dengan SPP yang diberikan," pungkasnya. (Red)

Subscribe to receive free email updates: