Marak Pengiriman TKI Ilegal Melalui Pelabuhan Harbour Bay Batam ke Malaysia

Detiknewsocean.com, Batam (Kepri) ~ Pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal ke Malaysia melalui Pelabuhan Harbour Bay, Batuampar, marak akhir-akhir ini. Berdasarkan informasi yang berhasil dirangkum Haluan Kepri, diduga para TKI ilegal tersebut menggunakan paspor pelancong. Pengiriman tersebut dikoordinir seorang pria berinisial Js. Sehari, ia bisa memberangkatkan 100 orang.

Keberangkatan mereka sangat leluasa tanpa pengawasan aparat berwenang. Aksi ini sudah berjalan selama kurang lebih satu tahun.

Marak Pengiriman TKI Ilegal Melalui Pelabuhan Harbour Bay Batam ke Malaysia
Ilustrasi TKI Ilegal

Kebanyakan para TKI tersebut berasal dari luar Provinsi Kepri. Ada yang dari Surabaya, Lombok dan Jawa Barat. Adapun negara tujuan mereka Malaysia dan Johor. Mereka menggunakan kapal Oceana. Kapolsek Kepolisian Kawasan Pelabuhan (KKP) Polresta Barelang AKP Reza Morandy Tarigan saat dikonfirmasi soal TKI ilegal ini, mengaku tidak mengetahui secara pasti.

Yang jelas kata dia, penumpang yang berangkat lewat pelabuhan Harbour Bay merupakan pelancong atau wisatawan. "Kita tidak tahu soal pengiriman TKI itu. Nanti kita coba cek," ujarnya saat dilansir dari Haluankepri, Selasa, (16/10).

Iwan, bukan nama sebenarnya yang pernah bekerja sebagai pengantaran TKI di sebuah Agen pengiriman TKI mengakui kalau untung yang didapat dari usaha pengiriman TKI, cukup menggiurkan. Dia mengungkapkan, dari satu orang TKI bisa meraup untung Rp1-2 juta. Sementara untuk pengiriman TKI sampai ke Malaysia biasanya uang yang dikeluarkan si TKI kurang lebih Rp900 ribu.

"Dari Rp900 ribu itu, untuk ongkos kapal Fery tujuan Malaysia Rp300 ribu, uang guarantee (garansi) Rp400 ribu, Rp100 ribu untuk cop paspor dan Rp100 ribu lagi untuk jasa penjemput dari Bandara Hang Nadim seperti ke pelabuhan Fery Batam Centre ataupun lewat pelabuhan Harbour Bay," paparnya kemarin.

Untuk keuntungan sampai Rp1 juta keatas , lanjut dia, nantinya sebagian dikeluarkan untuk koordinasi dengan pihak-pihak terkait, seperti keamanan, kelancaran operasional dan lain-lain.

Para TKI yang diberangkatkan awalnya menggunakan paspor kosong sebagai pelancong, setelah sampai di Malaysia, paspor tersebut dimatikan, dibuang atau diganti dan TKI tersebut ditampung kembali oleh agen yang nantinya dikirim di beberapa daerah untuk dipekerjakan sebagai buruh bangunan, perkebunan, restoran dan lainnya.

TKI tersebut disalurkan seperti di Stulang Laut, Pasir Gudang, Tanjung Pengelik dan Blungkur di Johor, Malaysia. Jadi, sebut dia, kalau dirata-ratakan, satu orang TKI yang diberangkatkan bisa dikenakan Rp2 juta sampai Rp3 juta per orang.

Ketua Divisi Investigasi dan Intelegensi Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia (LPPNRI) Provinsi Kepri Boy Martin mengatakan, maraknya pengiriman TKI lewat pelabuhan Fery Batam Centre dan Harbour Bay dari luar Kepri ini dinilai karena lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh pihak terkait seperti dari Imigrasi setempat dan lainnya.

Ia mensinyalir terjadi kongkalikong antara pemasuk TKI ilegal dan pihak-pihak terkait dalam hal ini Imigrasi dan Kepolisian.

Baca :


"Ini tidak bisa dibiarkan, aparat penegak hukum beserta instansi terkait harus segera menindaklanjutinya. Intinya pihak terkait seperti Imigrasi tidak selektif untuk meloloskan TKI tersebut ke Malaysia. Mungkin juga sudah ada kong kalikong, sehingga dengan mulus TKI ilegal tersebut diberangkatkan," ujarnya.

Jadi imbuhnya, pengiriman TKI tersebut juga sudah diatur oleh para mafia berantai baik di dalam maupun di Malaysia. (***)

Subscribe to receive free email updates: