PIANC Dukung Tol Laut, Indonesia Butuh Perencanaan Pelabuhan

Detiknewsocean.com, Batam (Kepri) ~ Indonesia membutuhkan perencanaan pelabuhan yang matang. Ini disampaikan oleh ketua Asosiasi Global untuk Infrastruktur Kemaritiman (PIANC) Indonesia Rahman Hidayat guna mendukung program tol laut yang dijalankan oleh pemerintahan presiden Joko Widodo saat ini.

“Ada tiga komponen tentang program tol laut ini. Satu yang masih jadi PR besar negara kita adalah short shiping (pelayaran jarak pendek) belum tertata dengan baik,” ujar Rahman saat membawakan materi pelatihan bagi profesional bidang kemaritiman di Hotel Best Western Premier Panbil, Batam, Kamis (25/10).

PIANC Dukung Tol Laut, Indonesia Butuh Perencanaan Pelabuhan
Ilustrsi Tol Laut Indonesia dan Perencanaan Pelabuhan.

Alur pelayaran jarak pendek saat ini diakui Rahman, belum tertata dengan baik sebab kedalaman pelabuhan tidak sama. Ini menjadi persoalan sebab ketika kapal besar (bagian dari komponen utama dari program tol laut) berlayar jarak pendek tidak bisa diakomodir oleh pelabuhan-pelabuhan terdekat yang kedalamannya tidak sesuai.

“Ini akan memakan biaya logistik. Misalkan jalur Pantura-Pulau jawa tidak semua kapal besar bisa bersandar di pelabuhan-pelabuhan yang dilaluinya karena kedalaman alur pelabuhan tidak sama,” ujar Rahman.

Untuk melaraskan rencana penataan pelabuhan, PIANC Indonesia yang sudah resmi diakui secara global tahun 2015, menggelar pelatihan profesional bidang kemaritiman di Hotel Best Western Premier Panbil, Batam selama tiga hari dimulai Rabu (24/10) hingga Jumat (26/10).

Pelatihan ini diikuti 53 peserta dari berbagai profesi terkait seperti unsur pemerintah, yakni dari Kemenko Maritim dan BPKS. Unsur pengembang pelabuhan, yakni Jurong Port Authority (Singapura), serta PT Pelabuhan Indonesia I, II, dan III. “Indonesia bergabung dengan PIANC sejak tiga tahun yang lalu dan ini pelatihan skala nasional yang pertama,” ujar Rahman saat dilansir dari Batampos.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan perencanaan di bidang kepelabuhan dan sebagai wadah bagi para profesional bertukar pengetahuan dan pengalaman seputar perencanaan pembangunan infrastruktur pelabuhan.

Baca :

Materi pelatihan yang dibawakan diantaranya; tata cara penyusunan rencana induk pelabuhan, keberlanjutan dalam perencanaan pelabuhan, dan desain alur pelayaran pelabuhan.

PIANC merupakan forum bagi profesional di seluruh dunia untuk memberikan saran untuk mewujudkan infrastruktur laut yang hemat biaya, andal, aman, serta berkelanjutan. Forum itu terbentuk sejak 1855 dan berkantor pusat di Belgia. PIANC Indonesia,terbentuk sejak tahun 2015. PIANC Indonesia dibentuk sebagai forum untuk meningkatkan kapasitas teknis dari para profesional maritim di Indonesia. (Red)

Subscribe to receive free email updates: