Sudah Diresmikan Wako, Bank Sampah Belum Juga Beroperasi

Detiknewsocean.com, Pekanbaru, (Riau) ~ Meksipun sudah diresmikan oleh Wali Kota (Wako) Pekanbaru Dr Firdaus MT pada Rabu (26/9) lalu, namun bank sampah yang ada di Kelurahan Labuh Baru Timur, Kecamatan Payung Sekaki belum kunjung beroperasi.

Menurut keterangan pengurus, bank sampah sebagai salah satu program pengendalian sampah tersebut baru akan beroperasi pekan depan. Salah seorang anggota bank sampah Kelurahan Labuh Baru Timur Zarni mengatakan setelah diresmikan wali kota beberapa waktu lalu.

Sudah Diresmikan Wako, Bank Sampah Belum Juga Beroperasi
 Bank sampah yang ada di Kelurahan Labuh Baru Timur, Kecamatan Payung Sekaki yang kunjung beroperasi.

Memang belum ada kegiatan yang dijalankan karena beberapa peralatan yang diperlukan seperti buku tabungan, timbangan, serta daftar harga belum diberikan oleh pengurus bank sampah ini.

“Untuk sekarang belum ada kegiatan. Kkalau pelatihan sudah dilakukan pekan kemarin, rencanya Rabu pekan depan kita mulai beroperasi. Saat telah mulai beroperasi nanti kegiatan bank sampah akan dilakukan dua kali dalam seminggu tergantung volume sampah yang nanti disetor oleh masyarakat,” katanya seperti dilansir dari Riaupos.

Dijelaskan Zarni, bank sampah di kelurahannya memiliki 60 anggota, di mana masing-masing RW diwakili oleh lima orang, sedangkan di Labuh Baru Timur terdapat 12 RW. Para anggota dari bank sampah ini sebelumnya juga sudah dipilih langsung oleh masing-masing ketua bank sampah disetiap RW.

“Dengan adanya bank sampah ini, kami berharap mampu memberdayakan masyarakat sekitar serta sekaligus membantu perekonomian,” ujarnya.

Baca :


Camat Payungsekaki Zarman Candra mengatakan, memang bank sampah yang ada di Kelurahan Labuh Baru Timur belum beroperasi karena masih dalam tahap persiapan sarana pendukung yang ada di setiap RW. Sarana tersebut seperti tempat penampungan sampah yang diserahkan oleh warga.

“Memang belum beroperasi bank sampahnya karena anggota bank sampah di tingkat RW masih menyiapkan tempat penampungan. Tapi sudah saya sarankan kepada Lurah untuk sementara bisa memakai pos kamling atau dibuat saja tempat sederhana dengan pagar kawat untuk menampung sampah dari warga,” sebutnya. (***)

Subscribe to receive free email updates: