Sulitnya Peternak Mandiri Bertahan Menghadapi Monopoli Pakan dan DOC

Detiknewsocean.com, Pekanbaru, (Riau) ~ IBARAT Jatuh Ketimpa Tangga, begitulah yang dirasakan oleh kalangan Peternak Ayam Mandiri hari ini. Sulitnya untuk mendapatkan DOC diperparah dengan kenaikan Harga Pakan yang melambung tinggi.

Melemahnya Rupiah terhadap Dollar menjadi pemicu kenaikan harga Pakan, karena sampai hari ini Pabrikan Pakan masih mengimporJagung dan kedelai. Tetapi yang menjadi anehnya kenapa Harga DOC yg tidak ada hubungannya dengan dollar bisa mengalami kenaikan harga sampai 3 kali dalam sehari.

Sulitnya Peternak Mandiri Bertahan Menghadapi Monopoli Pakan dan DOC
Ilustrasi Peternak memberikan pakan ayam di salah satu peternakan.

Perusahaan Integrasi yang memproduksi bibit ayam atau DOC (Day Old Chick) menerapkan aturan pembelian Bibit Ayam mestilah sepaket dengan pembelian pakan. Artinya Peternak Mandiri tidak akan bisa mendapat kan Bibit kalau tidak sekalian membeli pakan. Perusahaan Integrasi juga memiliki Peternak Plasma yang mereka bina sebagai peternak kemitraan mereka.

Distribusi Bibit mestinya mengacu kepada peraturan pemerintah dimana di amanat kan setidak nya 50 persen Bibit di jual ke peternak mandiri di samping mereka budidayakan untuk internal mereka ataupun di kemitraan mereka.

Kenaikan harga pakan yang dirasakan peternak melebihi dampak kenaikan Dollar terhadap rupiah sehingga terjadilah keadaan saat ini biaya produksi melebihi nilai jual daging ayam itu sendiri. Memberikan dampak kerugian yang sangat besar terhadap peternak.

Berharap Dinas Pedagangan bisa membuat acuan untuk patokan harga teratas dan harga terbawahnya sehingga Pabrikan dan kalangan peternak bisa tetap bertahan dalam segala kondisi untuk mewujudkan Persaingan sehat antar Pabrikan.

Besar nya potensi Peternakan Unggas terutama Peternak Ayam Broiler/Pedaging yang menyebar hampir di seluruh Kabupaten/Kota di Riau. Bangunan Kandang Peternak Plasma maupun peternak Mandiri yang ada di Riau adalah kandang Panggung dan kandang coastal.

Ancaman terbesar hari ini untuk kalangan Peternak Rakyat di Riau adalah maraknya pembangunan kandang modern Close House yang di Bangun oleh Perusahaan Pabrikan. Pembangunan dalam Populasi Besar ini bisa berdampak matinya peternak mandiridan monopoli di bidang perunggasan tersebut. Pemerintah bisa mengevaluasi dan melihat statistik sebelum menelor kan kebijakan yang tidak melindungi Peternak Rakyat.


Baca :

Kami berharap Pemerintah dalam hal ini Dinas Peternakan dan Perdagangan bisa memberikan solusi demi kelangsungan usaha peternakan Rakyat untuk mewujudkan persaingan bisnis yang sehat. Pembinaan dan koordinasi oleh pihak terkait sangat di harapkan oleh peternak mandiri.

Optimistis akan usaha Ayam Pedaging ini masih sangat tinggi Karena kami yakin selagi masih ada kehidupan manusia akan tetap menkonsumsi Ayam. Harga Ayam di nilai masih terjangkau oleh masyarakat di banding kan komoditas Daging yang lain nya seperti Sapid dan Kerbau. (Red/Riaupos)

Subscribe to receive free email updates: