Polda Kepri Ungkap 5 Kasus Dengan 7 Pelaku Penyelundupan Narkotika

Detiknewsocean.com, Batam (Kepri) ~ Direktorat Resserse Narkotika (Ditresnarkoba) Polda Kepri, bersama Tim Avsec dan petugas BC Bandara Internasional Hang Nadim Batam, berhasil mengungkap 5 kasus penyelundupan barang haram narkotika dengan 7 orang pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Selain menangkap ke 7 pelaku, petugas juga mengamankan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 3 kg dari tersangka, serta sebanyak 2.311 butir Pil Ekstasi, yang sudah diseludupkan ke Batam dari Negara Malaysia melalui pelabuhan tidak resmi maupun pelabuhan gelap, alias pelabuhan "tikus".

Polda Kepri Ungkap 5 Kasus Dengan 7 Pelaku Penyelundupan Narkotika
Dirresnarkoba Polda Kepri, Kombes Pol K Yani Sudarto SIK (kiri) bersama Kabid Humas Kombes Pol S Erlangga (kanan) memperlihatkan sejumlah Barang Bukti (BB) sabu yang berhasil diamankan, Selasa (06/11/18)/Haluankepri.

Dirresnarkoba Polda Kepri Kombes Pol K Yani Sudarto SIK didampingi Kabid Humas Kombes Pol S Erlangga, Kasubdit I Ditresnarkoba AKBP Achmad Suherlan SIK, serta Kasubdit III AKBP Arthur Sitindaon SH, MH, menyebutkan, dari ke-5 kasus narkotika yang berhasil diungkap tersebut, dengan TKP yang berbeda beda.

"Kasus pertama ialah, pengungkapanya atas kerjasama dengan Polisi Diraja Malaysia dari JSJN yang berhasil mengamankan dua orang tersangka inisial HN alias HM dan R alias C," sebut Kombes Pol Yani SIK, ketika ekspose di Pendopo Polda Kepri, Selasa (6/11), kemarin.

Dijelaskan Yani, pengungkapan itu dilakukan pada tanggal 26 Oktober 2018 lalu, sekitar pukul 15.00 WIB, di sekitar Pelabuhan Tikus Batam, terhadap seorang pelaku berinisial HN alias HM bin C. "HN ini bekerja disebuah restoran yang ada di Malaysia. Lalu, berperan membawa sabu dari seorang WNA Malaysia (DPO) untuk bisa dibawa ke Batam," kata Dirresnarkoba Polda Kepri.

Setibanya di Batam pukul 02.00 WIB dini hari, imbuhnya. Lalu atas koordinasi dengan polisi di Malaysia, kita dapatkan tersangka HN, dan barang bukti sabu seberat 1.722 gram. "Dari hasil pengembangan, pada pukul 15.00 WIB sore, kita amankan lagi pelaku berinisial R dengan barang bukti narkoba jenis ekstasi sebanyak 2.311 butir," ungkap Kombes Yani.

Rencananya, papar Yani, sejumlah narkotika akan diedarkan di Batam, serta sebagiannya lagi akan dikirimkan ke luar Batam. "Tersangka HN pun mengaku mendapat upah untuk sekali mengantar barang narkotika ke Batam ini, senilai 30 Ribu Ringgit Malaysia," ungkap Yani.

Kemudian, sebut Yani, untuk pengungkapan kasus yang kedua pada tanggal 1 November 2018, penyidik kembali berhasil menangkap seorang pelaku lagi berinsial A di kawasan kampung Aceh Batam. "Penangkapan terjadi sekira pukul 16.30 WIB, dengan barang bukti yang diamankan adalah seberat 84 gram sabu siap edar, kemasan 13 paket sedang," terang Erlangga.

Tanggal 3 Novembernya, ungkapnya, sekitar pukul 01.00 WIB dini hari kita mengamankan seseorang berinisial YO di jalan Mukakuning. "Dari tangan YO didapatkan sabu seberat 400 gram di dalam jok sepeda motor," imbuhnya.

Dua pengungkapan lainnya, terang Yani pada tanggal 4 November 2018 mengamankan MK di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, dan kedapatan menyimpan sabu seberat 207 gram di dalam sepatu. "Tersangka diamankan petugas Avsec BIHNB serta Bea dan Cukai, ketika mencurigai gerak geriknya. Rencananya barang akan dibawa ke Lampung dengan menggunakan maskapai Lion Air," sebutnya.

Dihari yang sama, paparnya, pukul 12.30 WIB petugas Avsec dan BC BIHNB tersebut kenbali mengamankan tersangka berinisial MM, yang berencana membawa seberat 502 gram sabu ke Jakarta melalui pesawat City Link.

"Pengungkapan ini sebagai bentuk kesigapan dari rekan-rekan kita petugas Avsec, dan Bea Cukai bandara. Jeli melihat gerak gerik orang membawa narkotika. Dari keterangan pelaku akan diberi diupah mulai Rp 8 juta sampai Rp 20 juta. Namun mereka ini berbeda jaringan," pungkas Kombes Pol Yani saat dilansir dari Haluankepri.

Kombes Pol Erlangga mengatakan, ini adalah komitmen dari kepolisian guna memberantas penyelundupan dan peredaran narkoba yang dapat menghancurkan masa depan bangsa. "Kita juga telah melakukan kerjasama dengan kepolisian Malaysia untuk bisa bersama sama saling tukar informasi di dalam mengungkap peredaran Narkoba," tegasnya.

Baca :


"Keselurahan barang bukti atad hasil 5 ungkap kasus tersebut diatas adalah sebagai berikut. Sabu seberat 2.915 gram dan Ekstasi sebanyak 2.311 butir," paparnya.

Maka, untuk mempertanggungjawabkan dari ke 7 tersangka, akan dijerat pasal 114 ayat (2) dengan ancaman pidana kurungan penjara. "Artinya, pelaku dipidana mati atau penjara seumur hidup, paling singkat 6 tahun, serta paling lama 20 tahun, dengan denda paling banyak Rp 10 miliar," pungkas Erlangga. (***)

Subscribe to receive free email updates: