BBM Langka, Mahasiswa PMII Batam Demo Pertamina Minta BPH Migas Sidak

Detiknewsocean.com, Batam (Kepri) ~ Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kota Batam menggelar aksi demo di depan Kantor Pertamina Kota Batam, Selasa (4/12) siang.

Dalam aksinya, PMII mendesak BPH Migas melakukan inspeksi mendadak (sidak) pendistribusian BBM di Kota Batam. Ini dilakukan untuk menghindari terjadinya kelangkaan BBM.

BBM Langka, Mahasiswa PMII Batam Demo Pertamina Minta BPH Migas Sidak
Ilustrasi Mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa.

Ketua pengurus cabang PMII Kota Batam, M. Kamal Yusuf mengatakan, BBM bersubsidi jenis premium dan solar mengalami kelangkaan di berbagai SPBU di Kota Batam. "Hal ini membuat masyarakat terpaksa mengisi BBM pertalite dan pertamax yang harganya mahal, " ungkap Yusuf pada Haluan Kepri.

Padahal, kata dia, minyak dan gas bumi adalah komoditas vital yang menguasai hajat hidup orang banyak, sebagaimana bunyi pasal 33 UUD 1945 dan memiliki peran penting dalam perekonomian masyarakat maka pengelolaannya harus maksimal untuk mensejahterakan masyarakat.

PMII berharap, pihak Pertamina adil mengatur ketersediaan stok BBM dan harus jujur melihat fakta di lapangan terkait kelangkaan BBM tersebut. "Kami menduga ini adalah permainan oknum yang melakukan penimbunan ", ujar Yusuf.

Kemudian, kata dia, aktifitas mobil pelansir BBM di SPBU tertentu yang melebihi batas konsumsi menjadi salah satu penyebab langkanya BBM di pasaran.

Di tempat yang sama, Kapolsek Batam Kota, AKP, Ricky Firmansyah, S.H,S.I.K mengatakan kemerdekaan menyampaikan pendapat di tempat umum merupakan hak setiap orang. "Namun dengan hal ini kami meminta kegiatan aksi tersebut dilakukan tidak menganggu ketertiban, kelancaran dan keamanan lalu lintas maupun pengguna jalan lainnya, " ujar mantan Kapolsek Batuampar ini.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak dilakukan dengan anarkis ataupun kekerasan yang dapat merugikan banyak pihak. "Untuk itu, kita sudah antisipasi dengan menurunkan personil sebanyak 50 orang, " tambah Ricky.

Dari pantuan Haluan Kepri di lapangan, aksi mahasiswa tersebut sempat terjadi aksi dorong-dorongan antar mahasiswa dengan anggota polisi, mereka memaksa untuk masuk kedalam Gedung Pertamina Batam Kota Batam.

Adapun tuntutan para demontran antara lain:
  1. Mendesak Pertamina memberikan sanksi kepada SPBU yang melakukan kecurangan pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) yaitu Solar dan premium.
  2. Meminta Pertamina untuk mendistribusikan dan menyalurkan Bahan Bakar Minyak (BBM) sesuai dengan peruntukan kepada masyarakat dan transparan.
  3. Mendesak Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) untuk sidak ke daerah Kota Batam, Kepri.

Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR I, Rudi Ariffianto saat dikonfirmasi Haluan Kepri melalui telepn selulernya, mengatakan pada intinya pihak Pertamina telah menginstruksikan kepada seluruh SPBU untuk menyalurkan BBM sesuai dengan Perpres 191 tahun 2014.

"SPBU tidak diperkenankan untuk melayani konsumen yang tidak sesuai dengan ketentuan, seperti kendaraan modifikasi dengan pembelian berulang, pembelian dengan jeriken tanpa surat rekomendasi yang sah, atau pembelian untuk diperjualbelikan kembali, " jelas Rudi.

Baca :

Rudi menambahkan, pelanggaran terhadap hal tersebut dapat dikenakan sanksi pembinaan, mulai dari peringatan, pengurangan pasokan, penghentian pasokan, bahkan PHU bergantung pada tingkat pelanggarannya. "Untuk pengawasan terhadap hal tersebut, Pertamina memang tidak bisa sendiri, harus bekerjasama dengan stakeholder lainnya, termasuk BPH Migas, aparat, pemda, dan juga masyarakat konsumen, " tegas Rudi saat dilansir dari Haluankepri.

Pertamina juga menyediakan saluran resmi contact center Pertamina 1 500 000 atau pcc@pertamina.com. Setiap pengaduan akan tindaklanjuti. (Red)

Subscribe to receive free email updates: