Ditresnarkoba Polda Kepri Bodong Miliki Air Soft Gun dari Thailand

Detiknewsocean.com, Batam (Kepri) ~ Tiga kawanan pelaku pencurian dengan kekerasan (Curas), mengaku sebagai anggota BNN dan Ditresnarkoba Polda Kepri bodong mengaku mendapatkan pistol air soft gun yang dimilikinya itu dia beli dari seorang teman di Thailand.

Tujuan untuk menakut nakuti korban dengan mengaku sebagai anggota BNN dan anggota Kepolisian dari Satuan Narkotika. Sehingga si korban sangat takut, dan menyerahkan harta benda yang dimilikinya.

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Hengki merilis penangkapan BBN palsu beserta barang buktinya/Haluankepri.

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Hengki MH Yang didampingi Wakasat Reskrim, AKP Andi, serta Kanit Reskrim, Iptu Feri, menerangkan, tersangka tindak kriminal curas ini, gunakan modus kejahatanya mengaku sebagai aparat penegak hukum. Sehingga korbannya sangat takut dan menuruti semua keinginan, dengan menuding si korban terlibat kasus narkoba.

"Pengakuan ketiga tersangka sebagai aparat penegak hukum dari BNN dan Kanit narkoba untuk menakut nakuti korbannya. Kemudian untuk meyakinkannya, korban diborgol serta ditodong dengan pistol," kata Kombes Hengki saat dilansir dari Haluankepri, Jumat (07/12) siang, ketika ekspos di Polresta Barelang.

Diterangkan Hengki, penangkapan terhadap ketiga tersangka curas, setelah korbannya membuat laporan kepada pihak kepolisian, atas tindakan curas kriminal yang dialami, Minggu (26/11) lalu.

"Korbannya bernama Musalmina (24), warga Bidak Ayu 1, Kelurahan Mangsang, yang baru pulang dari Simpang Dam, Mukakuning," ujar Kapolresta, untuk mengantarkan temannya.

Korban sudah diincar dan dibuntuti dengan menggunakan mobil Avanza, ungkap Hengki, kemudian di tempat sepi korban dicegat dan dipaksa naik ke mobil. "Nah didalam mobil itu korban diborgol dan ditodong dengan tudingan Musalmina sudah terlibat atas kasus narkoba. Sehingga pelaku ditangkap, untuk penegakan hukum," papar Kombes Hengki.

Namun, imbuhnya, semua itu adalah modus para tersangka dalam melakukan tindakan kriminal dengan mengaku dari pihak kepolisian dan Badan Narkotika Nasional Kepri (BNNK). "Sebagai penindakan hukum, pelaku berhasil ditangkap dan terpaksa ditembak ketiganya. Karena berusaha melawan dan melarikan diri saat disergap oleh Tim Macan Buser Polresta Barelang," sebut Hengki.

Baca :

Tersangka kita ringkus di tiga tempat berbeda ucap Hengki, diantaranya di Simpang Dam, di sebuah hotel di Nagoya dan di Jalan Sudirman "Mereka yang sudah ditangkap dan ditembak itu bernama Heral (40), Ridwan (36), dan Aris alias Andre (38) atas kejahatan yang mereka lakukan, selama dua minggu belakangan ini," ungkap Hengki.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan ketiga tersangka, dijerat dengan pasal KUHP, atas tindak pencurian dan kekerasan (Curas). "Tersangka dijerat dengan UU RI KUHP, Pasal 365 Ayat 1, 2, dan Ayat 3. Dengan KUHP pidana dengan ancaman hukuman kurungan paling lama 9 tahun penjara," pungkasnya. (***)

Subscribe to receive free email updates: