Latihan Gunakan Teknik Infiltrasi, Kopassus Bebaskan 'Sandra' di Kapal

Detiknewsocean.com, Batam (Kepri) ~ Satuan 81 Komando Pasukan Khusus (Kopassus) membebaskan 'sandera' di kapal yang sedang sandar di Pelabuhan PT. Citra Nusa Kabil, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Sabtu (08/12/18).

Kehadiran pasukan elite TNI, Kopassus, di setiap misi mengundang decak kagum pasukan negara-negara lain. Bukan hanya reputasi dan pengalaman bertempur, Kopassus juga sudah teruji dalam penanganan teror. Aksi membebaskan 'sandra' tersebut berlangsung di perairan Kota Batam. Kegiatan tersebut merupakan latihan pembebasan sandra di kapal.

Latihan Gunakan Teknik Infiltrasi, Kopassus Bebaskan 'Sandra' di Kapal
Dansat 81 Gultor Kopassus Kolonel Inf. Yudha Airlangga dan Dandim 0316/Batam, Letkol Inf Romel Jangga Wardhana fhoto bersama dengan tim Kopassus usai Latihan, akhir pekan lalu/Haluankepri.

Dansat 81 Gultor Kopassus Kolonel Inf. Yudha Airlangga mengatakan, Batam sengaja dipilih untuk tempat latihan oleh Kopassus 81 mengingat tingginya tingkat kerawanan seperti pembajakan maupun perompakan kapal di daerah ini. Karena itu, dengan adanya kegiatan tersebut, para Kopassus perlu mengenal daerah tersebut dan juga perlu belajar dan bekerjasama dengan instansi terkait lainnya di Kota Batam.

Latihan pembebasan sandra di kapal itu adalah program latihan tahunan, sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan pada tahun 2017 lalu bahwa latihan serbuan atau latihan sandra di kapal ini dijadwalkan pada bulan Desember. "Sebab dipilih pada bulan Desember ialah supaya para anggota yang berlatih tau bahwa pada bulan Desember cuaca tidak bersahabat dan itu adalah menjadi tantangan dalam latihan", ucap Yudha seperti dilansir dari Haluankepri.

Yudha mengatakan, adapun jumlah personil yang ikut latihan adalah satu tim, dengan harapan tujuan dan sasaran dari latihan itu dapat memelihara dan meningkatkan masalah-masalah terutama di laut. Bagaimana untuk mengenal cuaca di laut, medan dan bagaimana mengenal karakteritis kapal di Kota Batam ini.

Dalam latihan tersebut para anggota mengunakan teknik infiltrasi menuju kesasaran kapal yang di sandra dengan mengunakan kapal Lcr (Kapal Karet) dan alat selam.

Yudha menjelaskan bahwa latihan itu dalam satuan dan tidak melibatkan patra lain. Dalam latihan itu satuan diagendakan dan harus cepat sampai di Batam, dima yang dihadapi dalam medan atau situasi daerah, ini adalah keterbatasan sehingga harus memanfaatkan potensi-potensi wilayah yang ada di Batam.

"Latihan ini adalah sangat terbatas tapi kami mampu menyelesaikan masalah dengan sasaran", ucap Yudha

Yudha berharap kedepannya satuan Kopassus bisa berlatih lagi di Batam agar lebih banyak mengenal medan terutama ialah aspek cuaca. Yang mana cuaca di Batam tentunya cukup jauh berbeda dibandingkan di tempat berlatih biasanya, yaitu Jakarta.

"Dalam latihan kali ini kami di bantu oleh Dandim Batam, Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) sehingga Kopassus bisa melaksanakan latihan dengan baik", tutu Yudha.

Sementara itu Dandim 0316/Batam, Letkol Inf Romel Jangga Wardhana yang juga hadir di lokasi tempat latihan tersebut mengucapkan berterimakasih kepada satuan Kopassus khususnya Sat 81 yang telah memilih Batam sebagai tempat latihan.


Menurut Romel wilayah Batam ini memiliki daerah yang strategis dan tentunya akan sangat bermanfaat bagi daerah Batam maupun masyarakatnya. Dengan adanya Kopassus berlatih disini, secara tidak langsung akan memberikan efek rasa kenyamanan dan aman bagi masyarakat Batam.

Seperti yang kita ketahui bahwa Kopassus merupakan salah satu pasukan terbaik di Indonesia bahkan di dunia, sehingga tentunya akan memberikan nilai positif bagi satuan maupun wilayah Batam sendiri.

Baca :

"Pada dasarnya kita sebagai aparat teritorial meneriman satuan manapun yang mau berlatih di Kota Batam ini, untuk programnya itu tergantung pada satuan yang akan melaksankan latihan tersebut, apakah sekali saja ataupun akan ada setiap tahun", ucap Romel

"Hampir setiap tahun satuan yang ada di luar Batam memilih Batam sebagai salah satu dijadikan tempat untuk berlatih, hal itu karena Batam memiliki nilai strategis yang cukup penting", kata Romel. (***)

Subscribe to receive free email updates: