MS Pelaku Penipuan Puluhan Pencaker, Tilap Rp300 Juta dari 69 Korban

Detiknewsocean.com, Batam (Kepri) ~ Kepolisian Sektor (Polsek) Sagulung berhasil menangkap wanita yang berinisial MS, pelaku penipuan terhadap puluhan calon tenaga kerja (pencaker). Pelaku dijemput langsung oleh sejumlah anggota Polsek Sagulung, karena sebelumnya sempat pulang kampung setelah melancarkan aksinya.

"Benar, pelakunya sudah kita amankan, dan sudah kita tahan. Namun kita masih lakukan pengembangan selanjutnya," kata Kapolsek Sagulung, AKP Dwihatmoko kepada awak media saat dikonfirmasi, Senin (3/12) siang.

MS Pelaku Penipuan Puluhan Pencaker, Tilap Rp300 Juta dari 69 Korban
Ilustasi para pencari pekerjaan

Untuk memudahkan penyidikan polisi, Kapolsek meminta para korban agar membuat laporan. Hal tersebut untuk memastikan jumlah korban, karena sampai saat ini ada sebanyak 69 orang pelapor yang sudah diterima. Dengan total kerugian yang direkap mencapai Rp300 juta.

"Kepada korban yang menjadi penipuan agar membuat laporan. Karena sampai saat ini ada sebanyak 69 orang pelapor yang sudah kita terima. Dan ini masih kita kembangkan, serta pelaku masih kita periksa secara bertahap," kata Dwihatmoko lagi.

Dijelaskan Kapolsek, menutup kemungkinan masih banyak korban yang tak berani melapor alias tutup mulut terhadap kasus tersebut. Namun pelaku meminta agar diberikan kesempatan untuk mengembalikan semua uang yang sudah dia terima kepada para korbannya.

"Saat ini kasusnya masih lidik, mungkin kita masih berikan kesempatan sampai beberapa hari ke depan sebelum Surat Perintah Tanda Dimulainya Penyidikan (SPDP) kepada kejaksaan," kata Dwihatmoko.

Karena, sambungnya, sampai sejauh ini keluarga sipelaku penipuan sedang berusaha untuk melakukan mediasi terhadap korban. "Namun hal itu bukan menjadi penghalang bagi polisi, selama laporan tidak dicabut proses hukum akan tetapi kita lanjutkan," kata kembali.

Sebelumnya, setelah sukses menipu puluhan Pencaker di Batam, perempuan berinisial MS (30) kemudian memilih pulang kampung (pulkam) ke Palembang. Akibatnya, polisi terpaksa menahan suami MS, Kamis (22/11), guna penyidikan lebih lanjutseperti dilansir dari Haluankepri.

Informasi yang dihimpun di lapangan, MS yang sehari-hari sebagai ibu rumah tangga ini sudah lama menjalankan aksinya. Dimana pelaku mengiming-imingi bisa memasukkan para korbannya bekerja di beberapa perusahaan di Mukakuning asalkan membayar sejumlah uang hingga jutaan rupiah.

Meski sudah membayar sejumlah uang, namun hingga berminggu-minggu sampai berbulan-bulan korban tak juga bekerja tapi malah hanya mendapatkan janji-janji. Terlebih lagi para korban sudah melakukan medical chek up di salah satu klinik dengan biaya sendiri atas arahan dari pelaku.

Setelah medical cek up, sejumlah korban menerima pesan bahwa sudah lulus medical dan segera datang ke perusahaan yang di tujuk MS kepada korbannya sesuai hari, waktu yang diinformasikan calo tersebut.

Tak tanggung-tanggung, Ms memberikan surat pengantar kepada korbannya untuk mendatangi perusahaan yang di tujukan. Namun disaat korbannya ke perusahaan yang di tujukan, pihak security perusahaan tak membenarkan informasi tersebut.

"Setelah kami medikal cek up, kami disuruh ke perusahaan yang ditujukan calo tersebut. Namun pihak securiti perusahaan tak membenarkan bahwa perusahaan telah melakukan penerimaan," ujar salah seorang korban yang enggan disebutkan namanya.

"Karena curiga, kami minta penjelasan langsung dengan mendatangi rumahnya. Namun kata suaminya jika si calo tersebut sudah pulang kampung dengan alasan salah seorang keluarganya meninggal dunia. Karena kami khawatir akhirnya kami membuat laporan ke Polsek Sagulung," ungkap sejumlah korban.

Baca :


Penuturan yang sama juga diungkap oleh korban lainnya, bahkan jumlah korban mencapai 40 orang. Dengan taksiran kerugian hampir Rp90 juta. Karena MS meminta imbalan kepada korbannya dengan biaya yang berbeda-beda.

"Dari puluhan korban yang kena tipu berbeda-beda meminta imbalan yang di minta si calo itu. Yang jelas mulai dari Rp3,5 juta sampai Rp6 jutaan," kata salah seorang korban ke petugas SPKT Polsek Sagulung.

Setelah membuat laporan pengaduan terkait penipuan tersebut, mereka berharap pihak kepolisian bisa segera menangkap calo tersebut supaya bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya. "Kami sangat berharap uang yang kami berikan bisa kembali," ungkap sejumlah pencaker yang menjadi korban. (***)

Subscribe to receive free email updates: