Polda Kepri Gagalkan 29 TKI ke Malaysia, Tangkap 4 Pelaku

Detiknewsocean.com, Batam (Kepri) ~ Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri, berhasil menggagalkan pengiriman sebanyak 29 orang tenaga kerja Indonesia (TKI), secara ilegal ke Malaysia, Senin (3/12) sekitar pukul 20.00 WIB, di Pantai Batubesar Nongsa.

Selain mengamankan para TKI itu, polisi juga menangkap empat orang. Mereka eluar negeri tanpa ada dilengkapi dengan dokumen resmi dari pemerintah. Kepala Bidang Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga mengatakan dari 29 orang calon TKI yang berhasil digagalkan terdapat satu orang diantaranya anak di bawah umur.

Polda Kepri Gagalkan 29 TKI  ke Malaysia, Tangkap 4 Pelaku
Kepala Bidang Humas Polda Kepri, Kombes Pol S Erlangga saat pemaparan tersangka kasus penyelundupan 29 TKI ilegal ke Malaysia.
"Sebanyak 15 orang dari NTT, 6 orang dari Lombok, 4 orang dari Makasar, 1 orang dari Aceh, 1 orang dari Bengkulu, 1 orang dari Medan dan 1 orang dari Sumba," terang Kombes Erlangga, Kamis (06/12) di Mapolda Kepri.

Sementara itu, empat pelaku yang telah ditangkap memiliki peran di masing masing sebagai transporter.

"Mereka adalah Z Bin R alias L, yang berperan sebagai penanggungjawab, RM alias I, pemilik kapal yang berperan sebagai pengangkut calon TKI, M bin D berperan sebagai penampung calon TKI dan J sebagai koordinator berperan mengarahkan para calon TKI saat menaiki kapal," ucapnya.

Sedangkan barang bukti yang berhasil disita, kata Erlangga, yaitu berupa 1 buku kwitansi pembelian minyak kapal yang digunakan itu.

"Kemudian uang tunai senilai Rp 10.200.000 juta, 4 unit handphone, 1 unit mobil Toyoya Avanza warna putih, 1 unit mobil Mitsubishi Pajero warna hitam silver, 5 buku dokumen paspor yang sudah di black list, 1 unit kapal pancung dengan 2 mesin gantung bermerek Yamaha 200 pk, dan 115 pk," papar Erlangga saat dilansir dari Haluankepri.

Berdasarkan pengakuan kempat pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, calon TKI bukan direkrut mereka dari luar Batam. Tetapimemang mereka sendiri yang datang ke Batam. Karena, para calon TKI itu ada yang telah berulang kali masuk ke Malaysia secara ilegal. Sehingganya, terjalin satu komonikasi antara calon TKI dengan pelaku.

Namun imbuh Erlangga, apapun alasannya, perbuatan para tersangka adalah melanggar hukum. Mereka mengabaikan keselamatan warga negara dengan tindak penyelundupan Pekerja Migran Indonesia (PMI) keluar negeri.

"Keempat tersanga diancam Pasal 2, Pasal 4, Pasal 6 dan Pasal 10 UU RI Nomor 21 Tahun 2007, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, dan Pasal 81 Jo Pasal 83 UU RI Nomor 18 tahun 2017, tentang Perlindungan terhadap PMI dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara," ujar Kabid Humas Polda Kepri.

Aksi penyelundupan TKI acap kali terjadi. Beberapa catatan Haluan Kepri April lalu, Lanal Batam berhasil menggagalkan penyelundupan 40 TKI ilegal dari Batam tujuan Malaysia di perairan Teluk Mata Ikan, Nongsa.

Baca :

Begitu juga pada Juli lalu, sebanyak 24 tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal diselamatkan jajaran Ditpolairud Polda Kepri saat akan diberangkatkan ke Malaysia melalui jalur ilegal di perairan Teluk Mata Ikan, Nongsa, Batam, Kepulauan Rau (Kepri).

Selain TKI ilegal, kepolisian menyita satu unit speedboat biru bermesin tempel merk Yamaha 2 x 200 PK serta dua orang ABK yang hendak memberangkatkan 24 TKI ilegal tersebut. Memperhatikan lokasinya, aksi penyelundupan itu masih terjadi di Teluk Mata Ikan dan daerah Nongsa. (***)

Subscribe to receive free email updates: