Bentuk Pertolongan Pertama Setelah Digigit Anjing Agar Tak Mematikan

Detiknewsocean.com - Gigitan anjing yang diduga milik presenter Bima Aryo dikabarkan membuat seorang asisten rumah tangga meninggal dunia. Dia meninggal dunia karena luka robek yang dialaminya dan menyebabkan kehabisan darah.

Insiden digigit anjing memang dapat mematikan apabila tak ditangani dengan cepat, terutama jika anjing itu terinfeksi rabies dan merupakan jenis yang sensitif serta ganas.

Bentuk Pertolongan Pertama Setelah Digigit Anjing Agar Tak Mematikan
Untuk menghindari berbagai masalah kesehatan, ada langkah yang harus dilakukan ketika digigit anjing. (Pixabay/Chiemsee2016)

Dalam beberapa kasus, gigitan anjing yang tidak parah bisa diobati sendiri dengan menggunakan obat-obatan yang banyak tersedia. Namun, dalam kasus yang parah, digigit anjing memerlukan perawatan medis segera.

Dilansir dari laman Cebters for Disease Control and Prevention beberapa penyakit karena gigitan anjing Yaitu:

1. Capnocytophaga Bacteria
Bakteri tersebut bisa ditemukan pada mulut manusia, anjing, dan kucing. Capnocytophaga jarang menular kepada manusia manusia melalui gigitan, goresan, dan kontak dengan anjing atau kucing. Namun, seseorang dengan kekebalan tubuh yang lemah berisiko lebih besar terkena sakit akibat bakteri ini. Mereka juga akan lebih sulit untuk melawan infeksi tersebut.

2. Pasteurella
Pasteurella merupakan jenis bakteri yang muncul pada lebih dari setengah luka gigitan anjing yang terinfeksi. Penyakit ini umumnya menyebabkan rasa sakit dan infeksi merah di area luka gigitan. Baca juga: Cermati, Tanda-tanda Anjing akan Menggigit Namun, Pasteurella dapat menimbulkan efek yang lebih serius bagi seseorang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Beberapa efek tersebut bisa berupa pembengkakan kelenjar, pembengkakan persendian, dan kesulitan untuk bergerak.

3. Methicillin-Resistant Staphylococcus Aureus (MRSA)
MRSA adalah sejenis infeksi yang disebabkan oleh bakteri staphylococcus. Bakteri ini kebal dengan beberapa jenis antibiotik seperti amoxicillin atau penisilin. Anjing atau hewan lain dapat menularkan MRSA tanpa menunjukkan gejala apa pun. Bakteri ini bisa menyebabkan infeksi kulit, paru-paru, dan saluran kemih pada manusia. Pada beberapa orang, MRSA dapat menyebar ke aliran darah atau paru-paru dan menyebabkan infeksi yang bisa mengancam nyawa.

4. Tetanus
Tetanus adalah racun yang diproduksi oleh jenis bakteri Clostridium Tetani. Racun ini bisa menyebabkan kelumpuhan pada manusia dan menjadi masalah serius pada luka gigitan yang berukuran dalam.

Berikut ini bentuk penanganan pertama yang perlu dilakukan saat terkena gigitan anjing dan terluka ringan seperti dilansir dari Cnn.

1. Menjauh
Hal yang pertama sekali perlu dilakukan adalah menjauh dari anjing tersebut untuk menghindari kemungkinan digigit lagi. Digigit kembali dapat memperparah luka dan infeksi yang ditimbulkan.

2. Rabies
Setelah tidak ada lagi ancaman langsung dari anjing, jika memungkinkan, cari tahu apakah anjing tersebut terinfeksi rabies atau tidak. Hal ini bisa diketahui dari riwayat vaksinasi yang dimiliki oleh pemilik anjing.

Jika anjing tersebut tidak bersama pemiliknya, bisa juga tanya kepada orang di sekitar mengenai kondisi anjing tersebut.

Jika terindikasi rabies, segera kunjungi dokter untuk mendapatkan perawatan.

3. Pertolongan pertama
Dikutip dari situs kesehatan Health Line, jenis pertolongan pertama ditentukan oleh tingkat keparahan gigitan anjing.

Jika kulit tidak sobek, penangan bisa dilakukan dengan membersihkan area tersebut dengan air hangat. Aplikasikan pula losion antibakteri ke area itu.

Jika kulit robek, bersihkan area tersebut dengan air hangat. Lalu, tekan luka secara perlahan. Ini bertujuan untuk menghilangkan kuman.

Jika gigitan menimbulkan darah, letakkan kain bersih ke area luka lalu tekan perlahan untuk menghentikan aliran darah. Aplikasikan losion antibakteri dan tutup luka dengan perban steril.

Awasi luka ini, baik kecil atau besar hingga benar-benar sembuh agar infeksi tak muncul. Jika muncul kemerahan, bengkak, rasa hangat, lunak saat di sentuh, atau bahkan muncul demam, segera hubungi dokter.

4. Ke dokter
Penelitian menunjukkan satu dari lima gigitan anjing membutuhkan perawatan medis.

Segera kunjungi dokter atau unit gawat darurat jika gigitan anjing memenuhi beberapa syarat berikut:
  • disebabkan oleh anjing yang tak diketahui riwayat vaksin rabies, atau oleh anjing yang tampak sakit,
  • tidak berhenti berdarah,
  • menimbulkan rasa sakit yang hebat,
  • luka memperlihatkan tulang, tendon, atau otot,
  • menyebabkan hilangnya fungsi, seperti tidak mampu menekuk jari,
  • terlihat merah, bengkak, atau meradang,
  • muncul nanah atau cairan,
  • merasa lemah, bingung, atau pingsan,
  • muncul demam.

Ikuti langkah penanganan pertama jika digigit anjing agar tak menyebabkan infeksi atau bahkan kematian.

Baca juga:

Subscribe to receive free email updates: