Berikut: Kenali Risiko dan Gejala Toksoplasma pada Ibu Hamil

Detiknewsocean.com - Toksoplasmosis atau infeksi toxoplasma adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh parasit Toksoplasma gandii. Toksoplasma memengaruhi saluran pencernaan (termasuk mulut, kerongkongan, lambung, usus dan anus), jantung, saraf, dan kulit.

Infeksi toxoplasma paling berbahaya apabila terkena pada ibu hamil dan orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah seperti yang sedang melakukan kemoterapi, atau menderita HIV/AIDS.

Anak-anak di bawah 5 tahun akan memerlukan penanganan medis gawat darurat untuk mencegah komplikasi pada bagian mata. Komplikasi lain termasuk peradangan (edema) pada otak, jantung, dan kerusakan paru-paru.

Toksoplasma bisa menjadi penyakit yang menakutkan bagi ibu hamil. Pasalnya, penyakit ini tidak menyerang sang ibu, melainkan janin yang ada dalam kandungan.

Ciri toxoplasmosis yang paling marak timbul adalah gejala mirip seperti flu, termasuk demam, kelelahan, nyeri otot, sakit kepala, dan kelenjar getah bening membengkak seperti dikutip dari situs hellosehat.

Berikut: Kenali Risiko dan Gejala Toksoplasma pada Ibu Hamil
Tes darah menjadi cara paling efektif untuk mendeteksi toksoplasma. Foto: Alodokter

Orang sehat yang terpapar toksoplasma biasanya punya daya tahan tubuh kuat sehingga tidak mengalami gejala apa pun karena parasit hanya akan “tertidur” dalam tubuh. Namun apabila daya tahan tubuh menurun, kondisi ini akan memicu untuk parasit penyebab toksoplasme “terbangun” dan memulai perkembangan gejala nyata.

Itu kenapa jika Anda sudah lebih dulu memiliki HIV/AIDS, sedang menjalani kemoterapi, atau baru menjalani transplantasi sebelum terpapar parasit toxoplasma, akan ada kemungkinan untuk mengalami gejala infeksi yang lebih serius akan muncul, termasuk:
  • Sakit kepala
  • Kebingungan
  • Koordinasi motorik yang buruk
  • Gerakan tak terduga pada kaki atau tangan
  • Masalah kerja pada paru-paru dan infeksi umum pada pasien dengan AIDS
  • Penglihatan kabur karena infeksi retina yang berat.
Beberapa infeksi pada tahap awal kehamilan juga akan menyebabkan keguguran atau kematian janin. Anak yang bertahan hidup pada akhirnya akan memiliki berbagai masalah yang serius seperti:
  • Kejang
  • Pembesaran limpa pada hati
  • Mata dan kulit kuning
  • Infeksi mata yang parah
  • Berkurangnya kualitas pendengaran
  • Gangguan psikotik
Selain itu, masih terdapat juga beberapa ciri dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Apabila Anda memiliki keluhan yang sama, tolong konsultasikan kepada dokter Anda.

Toksoplasma timbul akibat infeksi parasit toxoplasma gondii. Toxoplasma gondii tidak menular antar manusia, kecuali dari ibu ke janinnya melalui plasenta. Parasit tersebut hidup dalam hewan berdarah panas seperti kucing, anjing, sapi, kambing, kelinci, serta babi.

Ibu hamil berisiko terinfeksi penyakit ini bila sering bersentuhan kotoran kucing atau hewan peliharaan, gemar makan sayuran mentah, konsumsi buah tanpa dicuci, makan daging setengah matang, atau berkebun di tanah dengan kotoran hewan.

Risiko pada janin

Pada orang sehat, toksoplasma umumnya hanya menyebabkan penyakit ringan dengan gejala yang mirip dengan flu. Bahkan, beberapa orang tidak merasakan gejala atau sakit apapun. Namun bagi ibu hamil, toksoplasma membawa sejumlah gejala dan risiko kesehatan bagi janin.

Menurut Center for Disease Cintrol and Prevention (CDC) dalam situs resminya saat dikutip dari Cnn, Jumat (06/09/19), sebagian besar bayi yang terinfeksi tidak memiliki gejala saat lahir tetapi dapat mengalami gejala serius di kemudian hari, seperti kebutaan atau cacat mental.

Kadang-kadang, bayi yang terinfeksi juga mengalami gangguan penglihatan atau kelainan otak seperti hidrosefalus. Efek lain yang juga mungkin dialami bayi ialah gangguan dalam belajar serta masalah pendengaran.

Untuk itu, CDC menyarankan wanita untuk menjalani tes toksoplasma sebelum merencanakan kehamilan. Termasuk memantau perkembangan janin selama kehamilan.

Gejala toksoplasma pada ibu hamil

Sebagian ibu hamil ditemukan tidak mengalami gejala tertentu, sampai akhirnya diketahui saat ibu menjalani tes darah rutin selama kehamilan. Namun, ada beberapa gejala yang mungkin timbul akibat infeksi parasit ini.

1. Demam

Demam merupakan alarm tubuh saat terinfeksi bakteri, virus, maupun parasit. Tak hanya toksoplasma, demam bisa menjadi gejala umum dari penyakit lainnya, seperti flu.

Umumnya, demam akibat toksoplasma berkisar antara 38-39 derajat celcius dan berlangsung lama. Walau demam umumnya tak berbahaya, namun ibu hamil perlu waspada. Sebab demam tinggi sangat berisiko pada janin, terutama di trimester pertama. Obat demam pun tak boleh sembarang dikonsumsi kecuali atas rekomendasi dokter.

2. Kelelahan

Lelah bisa menjadi pertanda tubuh sedang melawan infeksi. Rasa lelah akibat infeksi biasanya timbul walau ibu hamil tidak melakukan aktivitas berat.

Pada ibu hamil, kelelahan akibat infeksi toksoplasma umumnya juga diikuti dengan demam, sakit kepala, dan terkadang radang tenggorokan.

3. Mata berkunang-kunang

Sejumlah orang mengalami gangguan penglihatan seperti mata berkunang-kunang atau ada awan yang mengganggu penglihatan sebagai gejala toksoplasma pada ibu hamil.

Bila beberapa gejala toksoplasma dirasakan sekaligus, baiknya ibu hamil segera memeriksakan diri ke dokter. Pasalnya, toksoplasma tidak memiliki gejala khas, satu-satunya yang bisa mendeteksi adanya infeksi ialah dengan melakukan tes darah.

Baca juga:

Subscribe to receive free email updates: