Desa Bawomataluo Nias Selatan Dikenal Sebutan Tempat 'Matahari Terbit'

Desa Bawomataluo Nias Selatan Dikenal Sebutan Tempat 'Matahari Terbit'
Atraksi lompat batu di Desa Bawomataluo, Nias Selatan, Sumut. (Photo: Dok. Kemenpar)

SumutDetiknewsocean.com ~ Bawomataluo adalah salah satu desa di Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara. Belakangan desa tersebut lebih dikenal dengan sebutan "Matahari Terbit".

Istilah matahari terbit itu disematkan karena desa yang terdiri dari sembilan dusun itu berada di sebuah bukit, tepatnya pada ketinggian 324 meter dari permukaan laut.

Desa Bawomataluo sangat terkenal sebagai desa budaya dan tradisi "Hombo Batu" (Lompat Batu). Desa ini diusulkan menjadi kawasan warisan budaya dunia dalam Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2009.

Sejak menyandang status sebagai desa budaya, Bawomataluo memiliki agenda budaya tahunan yang disebut sebagai Festival Budaya Bawomataluo.

Mengutip Antara, Minggu (29/09/19), luas Desa Bawomataluo sekitar 7,95 kilometer persegi dengan jumlah penduduk berkisar 3.116 jiwa (2013).

Sebelumnya menjadi wilayah kecamatan Teluk Dalam dan menjadi wilayah Kec. Fanayama berdasarkan Perda No. 12/2008. Desa ini terdiri dari 9 dusun dan berada pada ketinggian di atas 324 m dari permukaan laut.

Sejak menyandang status sebagai desa budaya, Bawömataluo memiliki agenda budaya tahunan yang disebut sebagai Festival Budaya Bawomataluo.

Desa Bawomataluo Nias Selatan Dikenal Sebutan Tempat 'Matahari Terbit'
Pemandangan Sunset di Desa Bawomataluo. (Photo: Wonderfulnias)

Tokoh bangsawan dari Desa Bawomataluo, Yasinta Fau AMKEB, menyambut baik rencana Pemerintah dan Panitia Nasional Sail Nias 2019 mengajukan Desa Bawomataluo menjadi salah satu situs warisan dunia UNESCO.

Warga Desa Bawotaluo yang ada di Kepulauan Nias itu juga sangat mendukung program pemerintah pusat, untuk mempromosikan budaya daerah yang selama ini masih banyak belum diketahui secara luas.

Dengan masuknya Desa Bawomataluo menjadi warisan dunia UNESCO, hal ini memberikan angin segar bagi perekonomian masyarakat di Kabupaten Nias Selatan dan kabupaten-kabupaten lainnya yang ada di Tano Niha (Tanah Nias).

Desa Bawomataluo memiliki banyak terdapat tradisi budaya, sebut saja relik megalitik, rumah tradisional, dan tradisi lompat batu.

"Bawomataluo juga memiliki tari fataele (tarian perang) untuk menyambut para tamu kehormatan yang berkunjung ke daerah tersebut," ujar Yasinta.

Selain itu, Desa yang sudah berusia lebih dari 300 tahun ini, memiliki banyak nilai-nilai sejarah dan tradisi yang sangat unik yang sering dikunjungi para wisatawan nasional maupun mancanegara.

Bawomataluo dalam bahasa Nias berarti bukit matahari. Nama itu sesuai dengan letaknya yang dibangun di atas bukit sejak berabad-abad lamanya.

Hombo batu atau meloncati susunan batu yang cukup tinggi, mengharuskan peserta memiliki keahlian khusus.

Pesona menarik lainnya yang terdapat di Desa Bawomataluo adalah kursi kuno peninggalan raja-raja Nias sepanajng 10 meter dan patung-patung kuno.

Beberapa tugas yang dimiliki oleh Desa Bawomataluo terkait infrastruktur seperti penerangan, sarana air bersih, dan akses jalan yang saat ini kurang bagus.

Lihat juga:

(DNO/CNN/ANTARA/agr)

Subscribe to receive free email updates: