Kapolresta Barelang: Guru di Duga Cabuli Murid SD Ditangkap di Karimun

Kapolresta Barelang: Guru di Duga Cabuli Murid SD Ditangkap di Karimun
OKNUM guru yang cabuli murid saat digiring aparat kepolisian. (Foto:Nov Iwandra/Haluan Kepri)

Batam (Kepri), Detiknewsocean.com ~ Oknum guru Sekolah Dasar Swasta (SDS) Kota Batam berinisial S berhasil ditangkap Kepolisian di Karimun, Jumat (06/09/19) siang.

Pria ini sebelumnya dilaporkan terkait dugaan aksi cabul, terhadap anak didiknya di sekolah, yakni menggerayangi siswinya dengan modus hipnoterapi dalam kegiatan olahraga.

Kapolresta Barelang, AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo membenarkan penangkapan tersebut tetapi belum mau berkomentar banyak, karena masih dalam proses pemeriksaan.

“Benar, pelaku sudah kita tangkap dari tempat persembunyian di daerah Kabupaten Karimun. Dan saat ini masih dalam proses pemeriksaan di penyidik PPA,” kata Prasetyo melalui pesan singkat.

Sebelumnya, terkait perbuatan tersebut S telah dipecat oleh pihak sekolah. Namun setelah itu, keberadaan S sempat tak diketahui. “Ternyata ia kabur ke Karimun untuk menghilangkan diri dari kejaran penegak hukum,” kata Abdel salah seorang penyidik.

Sementara itu, beberapa orangtua siswi yang diduga anaknya ikut dilecehkan S, masih ada yang belum melapor ke polisi.

Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) mengimbau, agar orangtua yang merasa anaknya telah menjadi korban, segera lah untuk melapor ke polisi.

“Sebab, kami pun mendorong penegak hukum untuk upaya pidana. Dan jangan sampai tidak melapor,” sebut Ketua KPPAD Kepulauan Riau (Kepri), Eri Syahrial, Jumat kemaren.

Diketahui hingga saat ini, ungkapnya, baru ada satu orangtua yang sudah datang melaporkan ke Polresta Barelang, terkait tindakkan pelaku S tersebut, meskipun diketahui ada lima orang anak yang menjadi korban bejat si pelaku.

“Informasi yang kita terima, dikabarkan ada 5 orang anak yang menjadi korban pelecehan S. Baik anak perempuan maupun anak laki laki,” papar Eri Syarial.

Oleh karena itu, ujarnya, supaya orangtua mau melaporkan kejadian tersebut ke polisi, hingga pihaknya akan memberikan pengertian bahwa identitas korban (anak) akan dirahasiakan.

“Mungkin mereka (orangtua) itu takut, lantaran identitas anaknya kebuka, makanya kami akan kasih pengertian,” ucap Ketua KKPAD Kepri ini, saat dilansir dari Haluan Kepri.

Eri sudah memperkirakan jumlah korban akan bertambah, jika kasus pencabulan anak dapat diselidiki kepolisian hingga tuntas.

“Dengan adanya laporan, tentunya kami dapat mengetahui berapa banyak bocah yang sudah menjadi korban pelecehan seksual si pelaku,” ungkapnya.

Perbuatan si pelaku S, tidak hanya sekali saja, papar Eri, sehingga sudah terjadi berulang kali sejak beberapa bulan belakangan.

“Jangan khawatir. Sebab, kita akan melakukan pendampingan, hingga proses advokasi terus berjalan sampai tuntas,” pungkasnya. (DNO/HK/vnr)

Subscribe to receive free email updates: