PBB: Dalam Tiap 11 Detik, Ibu dan Bayi Baru Lahir Meninggal

PBB: Dalam Tiap 11 Detik, Ibu dan Bayi Baru Lahir Meninggal
Ilustrasi. (Poto: newsweek)

Detiknewsocean.com
~
Kematian saat melahirkan adalah kasus yang serius. Pada tahun 2013, diperkirakan 289.000 wanita meninggal dunia saat persalinan, turun dari 523.000 pada tahun 1990. Tapi saat ini, 800 wanita setiap harinya masih sekarat karena komplikasi kehamilan dan persalinan di seluruh dunia, setara dengan 33 kasus per jam.

Pada akhir tahun 2015 saja, WHO melaporkan setidaknya 303,000 wanita di seluruh dunia meninggal menjelang dan selama proses persalinan. Di Indonesia sendiri, sepanjang tahun 2011-2015 terdapat 126 kasus kematian ibu tiap 100,000 proses persalinan sukses.

Melansir dari thelancet.com, sekelompok peneliti menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2003 hingga 2009, perdarahan, gangguan hipertensi (preeklampsia dan eklampsia), dan sepsis merupakan penyebab lebih dari setengah kematian ibu di seluruh dunia. Lebih dari seperempat dari angka kematian disebabkan penyebab tidak langsung, seperti infeksi pascamelahirkan, komplikasi aborsi, komplikasi persalinan, dan pembekuan darah.

Akumulasi dari sejumlah faktor risiko di atas tercatat memiliki peran dalam kematian ibu di seluruh dunia hingga 80%.

Saat ini, kematian anak dan ibu melahirkan secara global sudah menurun tajam dalam beberapa dekade terakhir. Hanya saja statistik terbaru PBB menunjukkan bahwa dalam ada lima kelahiran per menit yang berakhir dengan tragedi, termasuk kematian.

Dua laporan dari badan kesehatan PBB mengungkapkan bahwa untuk mengurangi jumlah kematian ibu hamil, ibu baru, dan anak-anak tiap tahunnya, akses layanan kesehatan yang terjangkau dan berkualitas harus ditingkatkan.

"Di negara-negara yang menyediakan layanan kesehatan yang aman, terjangkau, berkualitas tinggi, wanita dan bayi bisa bertahan hidup dan berkembang," kata Kepala Organisasi Kesehatan Dunia Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam pernyataannya dikutip dari AFP.

Sejak pergantian abad, jumlah kematian di kalangan anak-anak usia bawah lima tahun sudah berkurang hampir setengahnya. Jumlahnya menjadi 5,3 juta di seluruh dunia tahun lalu.

Hampir setengah dari kematian terjadi di bulan-bulan awal kehidupan. Ini berarti bahwa sekitar 7.000 bayi baru lahir meninggal setiap hari di tahun lalu.

Di saat yang sama, jumlah wanita yang meninggal karena komplikasi kehamilan dan persalinan turun lebih dari sepertiganya. Di tahun 2017 mencapai 295 ribu dibandingkan di tahun 2000 yang mencapai 451 ribu.

"Di seluruh dunia, kelahiran adalah peristiwa menggembirakan. Namun tiap 11 detik, kelahiran bayi menjadi tragedi bagi beberapa keluarga," kata Henrietta Fore, kepala badan kesehatan anak-anak PBB, mengutip dari CNN, Rabu (25/09/19).

"Sepasang tangan yang terampil untuk membantu ibu dan bayi baru lahir di sekitar waktu kelahiran, air bersih, nutrisi yang memadai, obat-obatan dasar dan vaksin, bisa membuat perbedaan yang nyata antara hidup dan mati."

Negara-negara di dunia pun berkomitmen untuk mengurangi kematian neonatal menjadi tak lebih dari 12 per 1.000 kelahiran hidup. Kematian balita tak lebih dari 25 per 1.000 kelahiran hidup pada 2030.

Lihat juga:

(DNO/CNN/chs)

Subscribe to receive free email updates: