Solusi Anti-Gerah Warga Jepang, Gunakan Topi 'Lubang Angin'

Solusi Anti-Gerah Warga Jepang, Gunakan Topi 'Lubang Angin'
Ilustrasi. Topi lubang angin hindari gelombang panas di Jepang. (cycliststory)

Detiknewsocean.com
~
Serangan gelombang panas masih melanda beberapa bagian negara di dunia. Rasa panas yang tak tertahankan membuat sebuah perusahaan di Jepang membuat topi antipanas.

Perusahaan Builmatel berpikir bahwa topi antipanas yang terlihat sederhana bisa menjadi solusi untuk musim panas yang makin tak tertahankan di Jepang. Airpeak, topi yang dibuat dengan gaya topi baseball ini dibuat dengan sebuah ventilasi.

Meski terkesan aneh namun warga Tokyo tak peduli dengan apapun dan siap mencoba apa saja demi menyingkirkan panas.

"Ini panas sekali baru-baru ini sehingga semua orang menangani masalah serangan panas ini dengan serius. Saya juga mengambil langkah dengan minum banyak air," kata seorang pekerja restoran Michiko Fukunaga dikutip dari CNN, Minggu (29/09/19).

Topi baseball dengan ventilasi ini diklaim sebagai tipe pertama dari jenisnya di dunia ini.

"Musim panas di Jepang menyebabkan banyak kasus serangan panas. Sehubungan dengan itu, topi ini sanga ringan dan saya belum pernah dengar ada yang pernah membuat topi untuk melawan panas. Itu sebabnya saya memutuskan untuk mengembangkan ini," kata Ryushiro Shirai, Senior Managing Director Builmatel Corporation.

Mengapa ventilasi ini diklaim sebagai cara untuk menghalau panas? Logikanya adaah prinsip konveksi yang membuat udara panas akan naik.

"Ketika Anda memakai topi, hal pertama yang akan terjadi adalah angin akan melewati ventilasi. Namun kalau Anda memakai topi biasa dan melepasnya, kepala baru akan terasa dingin," kata Tomotsuna Inoue, seorang pekerja yang mencoba topi antipanas.

"Saya tidak merasakannya dengan topi ini (panas) yang berarti lubang angin bisa membuat kepala tetap dingin."

Ventilasi atau lubang angin di topi akan mengurangi kelembapan dalam topi sebanyak 30 persen. Ini juga akan memangkas suhu maksimum di kepala sebanyak 13,6 derajat Celcius dibandingkan topi baseball biasa.

Shirai pun memprediksi kalau topi buatannya bakal laku keras. Dia melihat Olimpiade 2020 dan masuknya pengunjung internasional sebagai peluang bisnis.

"Akan ada banyak orang yang datang ke olimpiade tahun depan, misalnya wisatawan dan sukarelawan. Tapi tak ada produk yang mengatasi masalah panas."

Lihat juga:

(CNN/chs)

Subscribe to receive free email updates: