Segera Dilantik jadi DPR, Yasonna Laoly Mundur dari Menteri Hukum dan HAM

Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly mengundurkan diri dari posisi Menkumham.

Jakarta
, Detiknewsocean.com ~
Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly mengajukan surat pengunduran diri sebagai menteri kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), Jumat (27/9). Yasonna mundur karena akan segera dilantik menjadi anggota DPR periode 2019-2024.

Dalam surat pengunduran diri yang ditujukan kepada Jokowi, Yasonna mengajukan pengunduran sebagai menteri terhitung 1 Oktober 2019. Hal ini tak terlepas dari terpilihnya Yasonna menjadi anggota DPR dari Daerah Pemilihan Sumatera Utara I.

Yasonna menyebut bahwa seorang menteri tak boleh rangkap jabatan sesuai dengan Pasal 23 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara.

"Saya mengucapkan terima kasih atas kesempatan dan kepercayaan dari Bapak Presiden yang telah menunjuk saya sebagai Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia pada Kabinet Kerja Joko Widodo-Jusuf Kalla serta dukungan selama saya menjabat," tulis Yasonna dalam surat tertanggal 27 September 2019 yang ditandatanganinya.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Hukum dan Kerja Sama Kemenkumham, Bambang Wiyono membenarkan surat pengunduran diri Yasonna. Ia mengatakan pengunduran diri dilakukan Yasonna karena menteri tak boleh rangkap jabatan.

"Iya benar, karena intinya seorang menteri tidak boleh rangkap jabatan. Makanya beliau mengundurkan diri," kata Bambang saat melansir dari  CNNIndonesia, Sabtu (28/09/19).

Senada, Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Adita Irawati membenarkan bahwa Yasonna sudah memberikan surat pengunduran diri.

"Saya dapat konfirmasi memang betul sudah menyerahkan surat pengunduran diri karena akan dilantik jadi anggota DPR. Tidak Boleh rangkap jabatan," ucapnya.

Yasonna sendiri pagi tadi bertemu dengan Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta. Namun, Yasonna tak menyampaikan bahwa dirinya telah mengajukan surat pengunduran diri ke Jokowi.

Ia juga tak berbicara banyak saat ditanya awak media terkait pertemuannya dengan Jokowi. Politikus PDI-Perjuangan pun tak merespons ketika dikonfirmasi perihal Jokowi yang tengah mempertimbangkan untuk mengeluarkan Perppu tentang KPK.

Lihat juga:
Civitas LIPI Tolak Inisiatif DPR Revisi Undang-Undang KPK 'Tidak Transparan'
Polisi Amankan Barang Bukti Flashdisk Film Dewasa dari Oknum Guru Cabul
Capim KPK Nurul Gufron: SP3 Hal Yang Alami, Sesuai Pancasila
Wiranto Klaim 6.500 Aparat TNI dan Polri di Papua Sebagai Jumlah yang Kecil
Kok Bisa Basaria dan Laode Syarif Tak Lolos? DPR Pertanyakan Pansel KPK
Saut: Itu Kampanye, Terkait Jawab Tuduhan Desmond Tentang Lobi Komisi III


(CNN/fra/arh)

Subscribe to receive free email updates: