Penjualan Pupuk Indonesia Mulai Terpengaruh oleh Masuknya Pasokan Pupuk China

Penjualan Pupuk Indonesia Mulai Terpengaruh oleh Masuknya Pasokan Pupuk China
Ilustrasi. Pupuk bersubsidi. (Antara photo)

Jakarta, Detiknewsocean.com ~ PT Pupuk Indonesia (Persero) mengakui penjualan perusahaan mulai terpengaruh oleh masuknya pasokan pupuk asal China. Produk yang paling terpengaruh khususnya adalah pupuk urea.

"Ya pasti (terpengaruh penjualannya). Tapi sejauh ini masih bertahan," ucap Kepala Komunikasi Korporat Pupuk Indonesia Wijaya Laksana, Senin (30/9/19).

Hanya saja, Wijaya tak menjelaskan rinci dampak dari gempuran pupuk China terhadap kinerja keuangan Pupuk Indonesia. Hal yang pasti, nilai penjualan perusahaan sejauh ini tak turun signifikan.

"Begini, kebutuhan dalam negeri masih tinggi. Jadi belum semua bisa terpenuhi, karena itu ada pupuk China karena pasokannya memang belum memadai. Jadi pengaruh tidak terlalu signifikan," paparnya mengutip dari CNN, Selasa (2/10/19).

Kendati belum terdampak signifikan, Wijaya menyebut bahwa ketika pupuk China ini terus dibiarkan bebas memasarkan produknya di Indonesia, maka bukan tidak mungkin pengaruhnya semkin besar bagi Pupuk Indonesia.

"Kalau dibiarkan terus menerus ya kan nanti tambah banyak kan," ucap Fajar.

Sebagai informasi, Pupuk Indonesia membukukan pendapatan sebesar Rp69,44 triliun sepanjang tahun lalu. Angkanya naik 17,81 persen dari 2017 yang sebesar Rp58,94 triliun.

Laba tahun berjalan yang bisa diatribusikan ke entitas induk pada 2018 pun ikut naik sebesar 38,41 persen. Alhasil, perusahaan mencatatkan laba sebesar Rp4,18 triliun dari sebelumnya yang hanya Rp3,02 triliun.

Lihat juga:
Kenali Tips Agar Terhindar 'Jebakan' Promo Hotel dan Tiket Murah
Pelemahan Didominasi Sentimen Eksternal, Tekan Rupiah ke Rp14.172 per Dolar AS
Tol Trans Sumatera Ruas Jalan Terpanjang Beroperasi Oktober 2019
Jusuf Kalla Curhat soal Harga Kopi Anjlok Di Markas PBB, Petani Kecil jadi Korban
Ada Apa Dengan Rupiah? 'Melemah Empat Hari & Terburuk di Asia'
Harga Minyak Anjlok 2 % pada Pidato Trump di Sidang Majelis PBB

(CNN/aud/lav)

Subscribe to receive free email updates: