Presiden Trump Ancam 'Usir' Perusahaan China dari Daftar Bursa Saham AS

Presiden Trump Ancam 'Usir' Perusahaan China dari Daftar Bursa Saham AS
Ilustrasi. Bursah saham AS dapat berdampak pada berbagai negara. (finance.zacks/Dennis Hartman).

Kepri, Detiknewsocean.com ~ Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berencana mengusir perusahaan China dari daftar perusahaan-perusahaan yang terpampang di bursa saham AS. Hal ini dimaksudkan untuk membatasi investasi AS di perusahaan-perusahaan China.

Sumber dari Reuters, Selasa (1/10/19), menyebut usulan menghapus perusahaan China dari papan bursa saham AS sejalan dengan meningkatnya kekhawatiran keamanan dalam Pemerintahan Trump atas kegiatan perusahaan China di Negeri Paman Sam.

Penasihat perdagangan Gedung Putih Peter Navarro membantah informasi tersebut dan mengatakan lebih dari setengah informasi tersebut sangat tidak akurat atau hanya palsu.

"Kisah itu, yang muncul di Bloomberg: Saya sudah membacanya jauh lebih hati-hati daripada yang ditulis," ujar Navarro kepada CNBC.

Sejak isu mengenai pengusiran tersebut, saham China di bursa AS, seperti Alibaba Group Holding Ltd (BABA.N) dan JD.Com Inc (JD.O) masing-masing turun lebih dari 5 persen pada Jumat (27/9), sebelum akhirnya naik 2 persen pada awal perdagangan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang menyampaikan tanggapan dari Departemen Keuangan AS bahwa saat ini tidak ada rencana AS untuk mengusir perusahaan China.

"Memberikan tekanan lebih dan berusaha memisahkan secara paksa hubungan China-AS akan merusak kepentingan perusahaan dan orang-orang China dan AS, menciptakan kekacauan di pasar keuangan, serta membahayakan perdagangan global, serta pertumbuhan ekonomi," imbuh Geng.

Diketahui, China dan AS akan kembali melakukan negosiasi untuk mencari peluang mengakhiri perang dagang pada pekan depan.

Perang dagang membuat masing-masing pihak telah menetapkan tarif terhadap satu sama lain bernilai hingga ratusan miliar dolar. Wakil Menteri Perdagangan China Wang Shouwen berharap kedua belah pihak dapat menyelesaikan sengketa perdagangan dengan sikap tenang dan rasional.

Lihat juga:
Kemenkeu: Diharapkan Dapat Meningkatkan Minat Baca dari "Festival Literasi"
Kenali Tips Agar Terhindar 'Jebakan' Promo Hotel dan Tiket Murah
Pelemahan Didominasi Sentimen Eksternal, Tekan Rupiah ke Rp14.172 per Dolar AS
Tol Trans Sumatera Ruas Jalan Terpanjang Beroperasi Oktober 2019
Jusuf Kalla Curhat soal Harga Kopi Anjlok Di Markas PBB, Petani Kecil jadi Korban
Ada Apa Dengan Rupiah? 'Melemah Empat Hari & Terburuk di Asia'


(CNN/hns/bir)

Subscribe to receive free email updates: