Pendiri MarkPlus: Jangan Panik, Dunia Bisnis Dapat Normal Kembali 6 Bulan Lagi

Pendiri MarkPlus: Jangan Panik, Dunia Bisnis Dapat Normal Kembali 6 Bulan Lagi
Hermawan Kartajaya Pendiri MarkPlus Group. (Foto: Marketeers) 

Jakarta  - Detiknewsocean.com
Hermawan Kartajaya Pendiri MarkPlus Group mengatakan, bagi sektor bisnis, kini sangat penting untuk bertahan di tengah pandemi virus corona.

Hal tersebut diungkapkannya dalam seminar bertajuk Surviving the Corona, Preparing the Post, Jumat (3/4).

"Jangan panik apalagi pesimis berlebihan. Kalau panik sudah masuk ranah politik, imbasnya negatifnya kepada masyarakat. Panik itu biasanya kalangan profesional. Kalau entrepreneur bisa melihatnya dari sisi peluang. Walau begitu, tidak semua sektor bisnis memiliki peluang sehingga bertahan memang cara terbaik. Realistis," kata dia dalam rilis yang diterima Kontan.co.id, Minggu (5/4).

Dia pun memperkirakan, setidaknya suasana normal bisnis baru akan terasa sekitar enam bulan lagi. Setelah itu, akan terlihat perusahaan mana yang sudah melakukan preparing mana yang belum. Aktualisasi perencanaan selama masa virus corona ini akan terlihat setidaknya di kuartal IV-2020.

Ia yakin, setelah pandemi virus corona, dunia tidak akan sama lagi. Consumer behaviour pasti berubah. Hal tersebut akan tercermin dalam pertumbuhan secara ekonomi.

"Sekarang Indonesia mulai turun pelan-pelan. Naiknya juga pelan-pelan. Kuartal IV diprediksi normal, jadi persiapkan dari sekarang," ujarnya lagi.

Nah, untuk saat ini pun, menurut Hermawan, tak semua sektor bisnis terpukul di saat ini. Mengingat ada juga industri yang sedang naik daun seperti farmasi, logistik, sampai e-commerce.

Baca juga: Arab Saudi Tegur Keras Rusia akan Jatuhnya Harga Minyak

Karena itu, selain memaksimalkan roda bisnis, perusahaan juga harus memanfaatkannya momentum dengan mengeluarkan produk baru. Perusahaan pun diharapkan tak hanya memikirkan keuntungan, tapi harus ada timbal balik kepada publik, apalagi di tengah kondisi seperti ini.

"Kalau bisa menghasilkan produk dengan harga terjangkau, bahkan free. Karena simpanannya sudah banyak. Dan timbal balik itu hanya bisa dilakukan oleh sektor yang bisnisnya positif di saat sekarang. Tapi ingat, harus tetap preparing post Covid-19. Kalau hanya memikirkan bisnis saat ini, post Covid-19 malah bisa menurun," sambungnya.

Selain itu ia mengingatkan bahwa perusahaan lokal yang tidak sebesar multinasional, untuk tidak takut apalagi mengeluh. Produktivitas dan kreativitas harus tetap tinggi. Bahkan lebih baik lagi. Apalagi dengan kondisi ekonomi menurun, akan banyak bisnis dengan organisasi lebih ramping.

Menurut Hermawan, post virus corona bisa ada kecenderungan perusahaan dengan organisasi ramping namun efisien, atau lean and mean. Karyawan digaji berdasarkan performa, bukan gaji flat per bulan sehingga menjadi variabel.

Lihat juga:
Jalan Tol Manado–Bitung 39,9 Km Akses Industri dan Pariwisata di Sulut, Beroperasi April 2020
International Budget Forum: Cara Merancang Kebijakan Penerimaan Negara dari Sektor Pelabuhan
Jalan Tol Trans Jawa Merek Banyuwangi, Dukung Geliat Ekonomi di Jawa Timur
2 Kunci Ekonomi Indonesia Tetap Tahan Banting Hadapi Ekonomi Global
Warren Buffett: Anda Tak Bisa Dapatkan Bayi Sebulan Dengan Menghamili 9 Wanita


Amalia Fitri/kontan.co.id
Editor: Rianto

Share: